Pemerintah Tekan Biaya Mudik Lebaran 2026 Lewat Program Mudik Gratis dan Diskon Transportasi

Menjelang mudik Lebaran 2026, pemerintah kembali menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menekan biaya perjalanan
Menjelang mudik Lebaran 2026, pemerintah kembali menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menekan biaya perjalanan masyarakat. 
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Pemerintah menunjukkan komitmennya dalam memastikan mudik Lebaran 2026 lebih terjangkau dan aman bagi masyarakat.

Berbagai program disiapkan agar tradisi pulang kampung saat Idulfitri tetap bisa dilakukan tanpa tekanan biaya yang berlebihan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa kebijakan mudik gratis dan diskon transportasi merupakan bagian dari strategi nasional dalam mengelola lonjakan mobilitas masyarakat selama periode arus mudik dan arus balik.

Baca Juga:Pendaftaran Mudik Gratis BUMN 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 100 Ribu Pemudik LebaranMudik Gratis Kereta Api Jakarta–Jawa Tengah 2026 Resmi Dibuka, Cek Rute, Jadwal, dan Syarat Pendaftaran

“Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat mengurangi beban biaya perjalanan, sekaligus mengatur arus pergerakan agar tidak terkonsentrasi di satu wilayah,” ujar Dudy dalam keterangan resminya dikutip Jum’at (13/2/2026).

Dalam pelaksanaan program mudik gratis Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan kuota besar dengan memanfaatkan berbagai moda transportasi.

Adapun rincian fasilitas mudik gratis yang disediakan pemerintah meliputi:

401 unit bus dengan rute ke 34 kota di 9 provinsi

50.000 penumpang angkutan laut kelas ekonomi

28.182 penumpang kereta api di Pulau Jawa, mencakup jalur lintas utara, tengah, dan selatan

Program ini difokuskan untuk membantu masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah, agar tetap dapat pulang kampung saat Lebaran tanpa terbebani lonjakan harga tiket.

Diskon Tarif Transportasi dan Pengaturan Angkutan Lebaran

Selain mudik gratis, pemerintah juga menyiapkan diskon tarif transportasi Lebaran 2026 di berbagai moda, sebagai bagian dari stimulus perjalanan.

Kebijakan tersebut dibarengi dengan penyusunan Surat Keputusan Bersama (SKB) Pengaturan Angkutan Lebaran 2026, yang mengatur operasional transportasi selama periode mudik dan balik.

Kemenhub turut berkoordinasi dengan Korlantas Polri serta Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk membahas penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurangi kepadatan lalu lintas di hari-hari puncak mudik.

Baca Juga:Kalender 2026 Tanpa Tanggal Merah Jadi Incaran, Bulan Tanpa Libur Dinilai Paling Efektif untuk KerjaRamadan 2026 Berpotensi Tidak Seragam, Awal Puasa Diprediksi 18 atau 19 Februari

Untuk memastikan keamanan mudik Lebaran 2026, Kemenhub juga memperketat ramp check atau pemeriksaan kelaikan armada di seluruh moda transportasi, baik darat, laut, udara, maupun kereta api.

Tak hanya armada, kesiapan jalan tol dan jalan nasional juga menjadi perhatian utama pemerintah.

Seluruh infrastruktur dipastikan dalam kondisi layak guna menunjang perjalanan mudik yang aman dan nyaman.

“Kami ingin masyarakat bisa mudik dengan tenang, aman, dan tanpa beban berlebih,” tegas Dudy.

0 Komentar