KBEOnline.id – Musim kedua Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian alias Roshidere harus rela mundur setahun, dari yang tadinya dijadwalkan tayang 2026 jadi 2027. Alasan di balik penundaan ini? Jawaban klasik yang bikin perasaan campur aduk—katanya demi “peningkatan kualitas.” Tim produksi juga nggak lupa minta maaf ke para penggemar yang sudah sabar menunggu. Rasanya antara pengin marah sama paham, sih.
Siapa yang Bekerja di Baliknya?
Musim pertamanya digarap Doga Kobo. Ryota Ito duduk di kursi sutradara sekaligus menulis skenario. Desain karakternya ada di tangan Yuhei Murota, yang juga ngejabat chief animation director. Musiknya? Hiroaki Tsutsumi yang garap. Nama-nama ini udah jadi jaminan mutu buat dunia anime, jujur saja.
- Pengisi suara utama juga nggak kalah keren:
- Sumire Uesaka jadi Alisa Mikhailovna Kujou
- Kohei Amasaki sebagai Masachika Kuze
- Wakana Maruoka sebagai Yuki Suou
- Yukiyo Fuji sebagai Maria Mikhailovna Kujou
- Saya Aizawa jadi Ayano Kimishima
Tentang Ceritanya
Anime ini diangkat dari novel ringan karya SunSunSun, dengan ilustrasi Momoco, plus adaptasi manga dari Saho Tenamachi.
Baca Juga:Ghost in the Shell Remake 2026 Siap Tayang Global di Amazon Prime VideoGame StarCraft Baru Nexon Bukan RTS, Melainkan Shooter
Ceritanya sendiri lumayan segar—fokus pada Masachika Kuze, siswa cerdas yang masa lalunya agak suram. Ia duduk di sebelah Alya, si gadis Rusia yang hobi menggoda Masachika pakai bahasa ibunya. Alya yakin Masachika nggak bakal ngerti, padahal diam-diam dia paham semua. Setiap bisikan manis Alya berubah jadi jebakan kecil, bikin hati deg-degan tanpa ada yang sadar.
Belum lagi adiknya, Yuki, yang blak-blakan banget soal perasaan ke kakaknya. Lengkap sudah, suasana kelas berubah jadi ajang eksperimen sosial dengan bumbu komedi romantis.
Mundur, Biar Nanti Lari Lebih Kencang
Penundaan sampai 2027 jelas bikin geregetan. Tapi kalau waktu ekstra ini benar-benar dipakai buat bikin animasi, alur, dan ekspresi karakter lebih maksimal, ya kita cuma bisa berharap hasilnya bakal jauh lebih matang. Roshidere itu bukan cuma soal tsundere yang jago bahasa, tapi tentang momen-momen kecil yang terasa nyata di balik candaan dan salah paham.
