KBEOnline.id – Ada kabar baru dari Krafton. Lewat studio Montréal, mereka akhirnya mengumumkan Project Windless, action RPG open-world yang lagi digarap khusus buat PlayStation 5. Yang bikin heboh, game ini terinspirasi dari semesta The Bird That Drinks Tears, novel fantasi Korea legendaris karya Lee Young-do. Jelas, banyak orang langsung penasaran.
Fantasi Gelap yang Jauh dari Standar Biasa
Biasanya, dunia fantasi itu penuh elf kece dan ksatria bersinar. Tapi Project Windless malah memilih jalur gelap, nyeleneh, dan jauh dari formula generik barat. Ceritanya sendiri berlangsung lebih dari seribu tahun sebelum novel aslinya. Jadi jangan harap sekadar adaptasi, ini pengembangan mitologi yang belum pernah diulik siapa pun.
Di sini, pemain bakal menyaksikan bagaimana sebuah kerajaan kuno lahir di era yang hampir dilupakan sejarah. Pendekatan ini bikin cerita jadi segar, entah kamu penggemar novel aslinya atau malah baru dengar hari ini.
Baca Juga:IP Baru Konami Rev. NOiR Masuk Genre Action JRPGCXMT Alihkan Produksi RAM ke AI, Bukan Lagi Gamer
Jadi Rekon, Pejuang Burung Humanoid Bertubuh Besar
Hal paling unik jelas pada karakter utamanya. Kamu bakal berperan sebagai Rekon, ras pejuang nomaden bertubuh burung raksasa—posturnya besar, tenaganya gila, dan desainnya beda banget dari pahlawan RPG biasanya. Dia bukan jagoan kaleng-kaleng, tapi juga bukan manusia super tanpa kelemahan.
Fokus gameplay-nya? Sensasi jadi satu melawan banyak. Rekon bisa menghabisi gerombolan musuh dengan kekuatan brutal, tapi tetap punya sisi rapuh. Dia takut air—dan ini bukan sekadar trivia, tapi benar-benar memengaruhi cara main dan strategi kamu saat eksplorasi.
Teknologi Massal dan Medan Perang Berubah-ubah
Yang paling ambisius, Krafton menghadirkan fitur “mass technology”. Artinya, kamu siap-siap bertarung lawan puluhan bahkan ratusan musuh sekaligus dalam satu arena. Bukan cuma pajangan doang, musuh-musuh ini bisa ngepung, menyebar, bahkan menyerang dari arah tak terduga.
Bayangkan saja, setiap pertempuran berubah jadi kekacauan penuh tekanan. Kamu nggak bisa diam di satu titik. Harus terus bergerak, membaca medan, dan bereaksi cepat kalau nggak mau tumbang.
