KBEONLINE.ID – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meresmikan Jembatan Curug yang menghubungkan Kecamatan Klari dan Kecamatan Ciampel, sekaligus menjadi akses strategis menuju Kabupaten Purwakarta. Peresmian tersebut menandai rampungnya pembangunan infrastruktur vital yang telah lama dinantikan masyarakat.
Jembatan Curug dibangun dengan anggaran sebesar Rp65,5 miliar yang bersumber dari APBN skema multiyears tahun 2024 dan 2025. Infrastruktur tersebut memiliki panjang 533 meter dan dirancang untuk menunjang mobilitas masyarakat maupun kendaraan angkutan barang.
Dalam sambutannya, Bupati Aep menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan pembangunan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran jembatan ini akan membawa dampak besar bagi konektivitas wilayah.
Baca Juga:Pengurus dan Pengawas Koperasi Merah Putih Dikumpulkan, Ada Apa? Ini yang Dilakukan Disperindagkop Karawang! Wajib Ditiru! Dari Juli ke Oktober, Program Ketapang Serang Langsung Tancap Gas: 480 Ayam Hasilkan 20 Kg Telur
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum atas dukungan dan komitmennya dalam membangun Jembatan Curug ini,” ujarnya, Jumat (13/2).
Menurutnya, jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua kecamatan, tetapi juga memperlancar akses antardaerah, termasuk menuju Purwakarta. Hal tersebut diharapkan dapat mempercepat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Jembatan ini akan memperkuat akses antarkecamatan dan mempermudah mobilitas masyarakat menuju Purwakarta, sehingga perputaran ekonomi bisa semakin meningkat,” kata Bupati Aep.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, yang diwakili oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat, Rina Kumalasari, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan dilakukan secara multiyears.
“Pembangunan Jembatan Curug ini menelan anggaran Rp65,5 miliar dari APBN multiyears 2024 dan 2025, dengan panjang total 533 meter,” jelas Rina.
Ia menambahkan bahwa kawasan Karawang Timur dan Purwakarta merupakan salah satu simpul industri nasional. Wilayah tersebut mencakup berbagai pusat industri manufaktur, otomotif, logistik, hingga pergudangan yang menopang rantai pasok nasional dan ekspor.
Dengan tingginya aktivitas industri, lalu lintas kendaraan bertonase besar di kawasan tersebut cukup padat. Karena itu, infrastruktur seperti Jembatan Curug tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas transportasi semata.
