KBEONLINE.ID – Selama ini banyak orang mengira WiFi berasal dari Amerika Serikat karena identik dengan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa. Padahal, teknologi yang kini menjadi tulang punggung internet dunia ini justru lahir dari negara tetangga Indonesia, yaitu Australia.
WiFi dikembangkan oleh ilmuwan asal Australia, John O’Sullivan, bersama tim risetnya di lembaga penelitian nasional Australia, CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation).
Awal Mula WiFi dari Australia
Pada awal 1990-an, tim peneliti CSIRO menemukan metode untuk mentransmisikan data secara stabil melalui gelombang radio tanpa kabel. Teknologi ini memungkinkan perangkat saling terhubung tanpa harus menggunakan sambungan fisik seperti kabel LAN.
Baca Juga:FPP Karawang Apresiasi Bupati Aep Syaepuloh Terbitkan Edaran Penutupan THM Jelang RamadhanPemkab Bekasi Sesuaikan Jam Kerja ASN Selama Ramadhan
Penemuan tersebut kemudian dipatenkan pada tahun 1992. Dari sinilah fondasi WiFi modern dibangun. Teknologi ini menjadi dasar bagi standar komunikasi nirkabel yang kemudian digunakan secara global.
Yang menarik, awalnya penelitian tersebut bukan ditujukan untuk menciptakan internet tanpa kabel. Namun, pengembangan teknik pemrosesan sinyal radio yang dilakukan oleh tim Australia inilah yang akhirnya membuka jalan bagi lahirnya WiFi seperti yang kita kenal sekarang.
Dari Laboratorium Australia ke Seluruh Dunia
Setelah dipatenkan, teknologi WiFi mulai dikembangkan dan diadopsi oleh berbagai perusahaan teknologi global. Seiring waktu, WiFi menjadi standar utama koneksi internet nirkabel di rumah, kantor, kampus, hingga ruang publik.
Pada tahun 2009, CSIRO bahkan memenangkan gugatan hukum internasional terhadap sejumlah perusahaan teknologi besar yang menggunakan teknologi mereka tanpa lisensi. Kemenangan tersebut mempertegas bahwa fondasi WiFi memang berasal dari riset ilmuwan Australia.
WiFi Mengubah Dunia Digital
Sejak diperkenalkan secara komersial pada akhir 1990-an, WiFi berkembang sangat pesat. Kecepatannya terus meningkat dari generasi ke generasi—mulai dari 11 Mbps pada 1999, hingga puluhan gigabit per detik pada generasi terbaru.
Kini, hampir seluruh aktivitas digital bergantung pada WiFi:
Streaming video
Video call
Gaming online
Smart home
Perkantoran digital
Hingga sistem industri modern
Sulit membayangkan kehidupan tanpa WiFi di era sekarang.
Fakta yang Jarang Diketahui
Banyak orang mengira WiFi adalah singkatan dari “Wireless Fidelity”. Padahal, WiFi bukanlah singkatan apa pun. Itu hanyalah nama merek yang dipilih agar terdengar sederhana, modern, dan mudah diingat.
