‎Relokasi 500 Lapak ke Pasar Baru Cikarang, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja Tegaskan: Tak Boleh Ada Pungli

Relokasi Pasar Tumpah SGC
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat relokasi pasar tumpah SGC ke Pasar Baru Cikarang
0 Komentar

KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Pelaksanaan tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memberikan penegasan keras soal pencegahan praktik pungutan liar (pungli) pascarelokasi pedagang pasar tumpah yang semula berada di jalan RE Martadinata dan Kapten Sumantri ke dalam area Pasar Baru Cikarang.

‎Asep menyebut relokasi dari bahu jalan raya tersebut ke dalam pasar harus menjadi momentum bersih-bersih dari oknum yang selama ini diduga mengambil keuntungan sepihak.

‎“Pengawasannya akan terus kita lakukan. Hari ini di sini ada TNI, Polri, ada pihak Kecamatan, Desa, dan saya sendiri yang turun langsung. Kita awasi terus,” tegas Asep Surya Atmaja saat meninjau lokasi relokasi di depan Ramayana, Jumat (13/2) sore.

Baca Juga:Ibu Rumah Tangga Wajib Tahu! Masak Sendiri atau Makan di Warteg, Mana yang Benar-Benar Lebih Hemat?Belum Tahu Sejarah Stadion Utama Gelora Bung Karno? Fakta Aslinya Bikin Kamu Melongo!

‎Menurutnya, kekhawatiran pedagang terkait biaya-biaya tidak resmi di lokasi baru tidak perlu terjadi. Dengan aktivitas perdagangan sudah masuk ke dalam pasar resmi, ruang gerak pungli dipastikan semakin sempit.

‎“Insyaallah, namanya sudah di dalam pasar, jangan sampai ada lagi pungli. Semuanya harus sesuai aturan,” ujarnya.

‎Dalam peninjauan tersebut, Asep menyampaikan sekitar 500 lapak (dolak) telah dipindahkan ke dalam Pasar Baru Cikarang. Sebagian pedagang sudah mulai beraktivitas, sementara beberapa lainnya dijadwalkan menyusul.

‎“Alhamdulillah hari ini saya meninjau pemindahan relokasi pedagang pasar tumpah dari jalan raya ke tempat semula di Pasar Baru Cikarang. Tadi ada 500 dolak. Besok kita rapikan lagi, termasuk bikin jalan air di depan dan akan kita cor karena agak tergenang,” katanya.

‎Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI-Polri, aparatur desa dan kecamatan, para pedagang, sesepuh, serta organisasi masyarakat yang turut mendukung proses relokasi.

‎Selain relokasi, Pemkab Bekasi juga akan mengevaluasi kondisi konstruksi bangunan Pasar Ramayana yang tercatat sudah tiga kali mengalami kebakaran.

‎“Kalau memang masih bagus, kita perbaiki. Kalau sudah jelek, mungkin kita bongkar. Kita khawatir konstruksinya, karena sudah tiga kali kebakaran, besinya bisa memuai. Nanti kita telaah dengan dinas terkait,” jelasnya.

0 Komentar