Anak 90-an Pasti Senang Berburu Hewan Ini, Kini Keberadaannya Kian Langka!

Kepik Emas
Kepik Emas
0 Komentar

Namun demikian, tingkat kerusakan yang ditimbulkan masih lebih ringan dibandingkan hama lain seperti kumbang penggerek ubi yang jauh lebih merusak hasil panen.

Di sisi lain, kepik emas tetap memiliki peran penting dalam rantai makanan. Mereka menjadi sumber makanan bagi berbagai organisme lain serta menjadi inang bagi serangga parasit. Hilangnya satu spesies kecil seperti ini bisa berdampak pada keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.

Populasi Terancam, Kini Sulit Ditemukan

Dulu mudah ditemukan di kebun dan ladang, kini populasi kepik emas menurun drastis. Beberapa faktor penyebabnya antara lain:

Penyusutan habitat akibat alih fungsi lahan.

Penggunaan pestisida kimia berlebihan yang membunuh serangga secara masif.

Eksploitasi manusia, termasuk praktik jual beli kepik emas secara daring.

Baca Juga:‎Indonesia Penghasil Kelapa Terbesar di Dunia, Tapi Kelapa Thailand Malah Lebih Mahal? Lho Kok ?Cabai Pedas Tapi Kenapa Banyak Orang Indonesia Suka? Begini Penjelasan Lengkap!

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa makhluk kecil sekalipun memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan alam.

Pesan untuk Generasi Sekarang

Kepik emas adalah bukti bahwa alam menyimpan keajaiban luar biasa. Dari larva dengan “perisai kotoran” hingga berubah menjadi kumbang emas berkilau, proses hidupnya mengajarkan bahwa keindahan sering lahir dari fase yang tak sempurna.

Sudah saatnya kita lebih bijak menggunakan pestisida dan menjaga ruang hijau agar generasi berikutnya masih bisa melihat langsung serangga unik yang dulu menjadi buruan seru anak-anak 90-an ini.

0 Komentar