3. Risiko Wasir Memburuk
Bagi penderita wasir, cabai dapat memperparah rasa perih dan tidak nyaman saat buang air besar.
4. Ketergantungan Sensasi
Secara psikologis, sebagian orang menjadi “tergantung” sensasi pedas karena efek endorfin tadi. Akibatnya, mereka terus menaikkan level pedas tanpa menyadari dampaknya bagi lambung.
Kenapa Tetap Banyak yang Suka?
Meski ada risiko, banyak orang tetap memilih makan pedas karena:
Memberi sensasi puas dan “nendang”.
Membuat makanan terasa lebih kaya rasa.
Sudah menjadi kebiasaan dan identitas kuliner.
Memberi efek euforia ringan setelah makan.
Bagi sebagian orang Indonesia, makan pedas bukan sekadar soal rasa—tapi pengalaman.
Baca Juga:Realita Gaji Rp5 Juta di Jakarta: Habis untuk Kosan dan Makan, Sisanya Tinggal TekananReal Madrid Putus 11 Laga Tak Terkalahkan Real Sociedad, El Real Gusur FC Barcelona dari Puncak
Cabai memang pedas, tapi ada alasan ilmiah dan budaya mengapa banyak orang Indonesia menyukainya. Sensasi panas memicu hormon bahagia, sementara kebiasaan sejak kecil membuat toleransi meningkat.
Namun, seperti halnya makanan lain, kunci utamanya adalah keseimbangan. Nikmati pedas secukupnya, kenali kondisi tubuh, dan jangan abaikan sinyal jika lambung mulai “protes”.
Karena pedas boleh, tapi kesehatan tetap nomor satu.
