KBEONLINE.ID – Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, makan tanpa cabai terasa kurang lengkap. Dari sambal di warteg hingga level pedas ekstrem di restoran modern, cabai seolah menjadi identitas rasa. Tapi pertanyaannya, kenapa rasa pedas yang “menyiksa” justru bikin ketagihan?
Ternyata, ada penjelasan ilmiah di balik kecintaan orang Indonesia terhadap cabai.
Sensasi Pedas Itu Bukan Rasa, Tapi Rasa Sakit
Secara ilmiah, pedas bukanlah rasa seperti manis atau asin. Sensasi pedas berasal dari zat bernama capsaicin yang terdapat dalam cabai.
Baca Juga:Realita Gaji Rp5 Juta di Jakarta: Habis untuk Kosan dan Makan, Sisanya Tinggal TekananReal Madrid Putus 11 Laga Tak Terkalahkan Real Sociedad, El Real Gusur FC Barcelona dari Puncak
Capsaicin merangsang reseptor saraf di mulut yang sebenarnya bertugas mendeteksi panas atau luka bakar. Otak kemudian mengira tubuh sedang “terbakar”, padahal tidak ada kerusakan nyata.
Menariknya, saat tubuh merasa sakit ringan akibat pedas, otak melepaskan endorfin dan dopamin—hormon yang membuat perasaan menjadi lebih nyaman dan bahagia. Inilah sebabnya banyak orang merasa “nagih” setelah makan pedas.
Faktor Budaya dan Kebiasaan Sejak Kecil
Di Indonesia, cabai bukan sekadar bumbu, tapi bagian dari budaya makan. Sambal hadir hampir di setiap daerah dengan variasi khas masing-masing.
Sejak kecil, banyak orang sudah terbiasa dengan rasa pedas. Lidah pun terlatih. Semakin sering mengonsumsi cabai, toleransi terhadap pedas meningkat. Itulah sebabnya level pedas yang dulu terasa menyiksa, lama-lama menjadi biasa saja.
Cabai dan Manfaat Kesehatan
Selain sensasi rasa, cabai juga memiliki sejumlah manfaat:
Meningkatkan metabolisme tubuh.
Membantu pembakaran kalori.
Mengandung vitamin C dan antioksidan.
Membantu melancarkan sirkulasi darah.
Capsaicin juga diketahui memiliki efek anti-inflamasi ringan dan dapat membantu meredakan hidung tersumbat.
Namun, manfaat ini berlaku jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Tambahan: Bahaya Cabai Jika Berlebihan
Meski punya manfaat, konsumsi cabai berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif, terutama bagi orang dengan kondisi tertentu.
1. Gangguan Lambung
Baca Juga:Biasa Dimakan Sehari-hari, Ternyata Buah-Buahan Ini Punya Dampak Besar bagi Kesehatan TubuhEmpat Kali Gagal CPNS, Lolos di Percobaan Kelima: Evaluasi Mendalam yang Mengubah Segalanya
Cabai dapat merangsang produksi asam lambung. Bagi penderita maag atau GERD, makanan pedas bisa memperparah nyeri ulu hati, mual, hingga sensasi terbakar di dada.
2. Iritasi Saluran Pencernaan
Terlalu banyak capsaicin dapat menyebabkan diare, perut melilit, dan iritasi usus. Sensasi panas saat buang air besar juga sering terjadi akibat konsumsi pedas berlebihan.
