Hilal Jadi Kunci Penetapan Ramadan 2026, Begini Cara Menentukannya

Pemantauan hilal menjadi penentu awal Ramadan 2026 yang mengacu pada sistem penanggalan Hijriah.
Pemantauan hilal menjadi penentu awal Ramadan 2026 yang mengacu pada sistem penanggalan Hijriah.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 2026, istilah hilal kembali menjadi perhatian umat Islam di Indonesia.

Penentuan awal puasa tidak mengacu pada kalender masehi, melainkan pada sistem penanggalan hijriah yang sangat bergantung pada posisi bulan.

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar Sidang Isbat awal Ramadan 1447 Hijriah pada 17 Februari 2026.

Baca Juga:Cara Cek Desil lewat HP untuk Mendapatkan Bansos 2026 dengan MudahOne Piece Chapter 1173 Ungkap Alasan Brook Bergabung dengan Topi Jerami Setelah 19 Tahun Jadi Misteri

Salah satu faktor utama yang menjadi dasar penetapan tersebut adalah terlihat atau tidaknya hilal.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan hilal dan mengapa keberadaannya begitu penting dalam menentukan awal Ramadan?

Pengertian Hilal dalam Kalender Islam

Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang muncul di ufuk barat sesaat setelah matahari terbenam.

Kemunculan hilal menandai berakhirnya satu bulan hijriah dan dimulainya bulan baru dalam kalender Islam.

Dalam praktik keagamaan, hilal memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi penentu awal bulan-bulan besar, seperti Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Ketiga bulan tersebut berkaitan langsung dengan ibadah utama umat Islam, mulai dari puasa Ramadan hingga pelaksanaan Idulfitri dan Iduladha.

Mengapa Hilal Menjadi Acuan Awal Ramadan?

Penetapan awal Ramadan berlandaskan ajaran Islam yang menekankan pentingnya melihat hilal sebagai tanda dimulainya puasa.

Baca Juga:Harga Emas Antam Sabtu 14 Februari 2026: Melonjak Tajam ke Rp 2.954.000 per GramRamadan 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Puasa dan Hitungan Mundurnya

Karena itu, keberadaan hilal dijadikan acuan utama dalam menentukan kapan umat Islam mulai berpuasa.

Jika pada tanggal 29 bulan Syaban hilal terlihat setelah matahari terbenam, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Ramadan.

Namun, apabila hilal tidak tampak, bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari, dan puasa Ramadan dimulai sehari setelahnya.

Prinsip inilah yang terus digunakan hingga saat ini, meskipun teknologi astronomi telah berkembang pesat.

Metode Penentuan Hilal yang Digunakan di Indonesia

Dalam menentukan keberadaan hilal, terdapat dua metode utama yang dipakai secara bersamaan di Indonesia.

1. Rukyatul Hilal (Pengamatan Langsung)

Rukyatul hilal dilakukan dengan cara mengamati langsung posisi bulan di ufuk barat setelah matahari terbenam pada hari ke-29 bulan berjalan.

Pengamatan dapat dilakukan menggunakan mata telanjang maupun alat bantu optik seperti teleskop.

Biasanya, rukyat dilaksanakan di berbagai titik strategis dengan pandangan cakrawala barat yang terbuka agar peluang melihat hilal lebih besar.

0 Komentar