‎Indonesia Penghasil Kelapa Terbesar di Dunia, Tapi Kelapa Thailand Malah Lebih Mahal? Lho Kok ?

Kelapa
Kelapa
0 Komentar

‎Branding Mengalahkan Produksi

‎Thailand berhasil membangun citra bahwa kelapa mereka adalah produk premium. Mereka tidak sekadar menjual buah, tetapi menjual pengalaman: manis, bersih, eksklusif.

‎Indonesia, meski unggul dalam produksi, masih sering menjual kelapa sebagai bahan mentah dengan nilai tambah minimal. Di sinilah letak selisih harga terbentuk.

‎Potensi Besar yang Belum Maksimal

‎Jika berbicara kualitas alami, kelapa Indonesia sangat kompetitif. Tanah tropis yang subur dan variasi varietas justru menjadi kekuatan. Namun tanpa standardisasi, pengelolaan pascapanen, dan branding yang kuat, nilai jualnya belum maksimal.

Baca Juga:Cabai Pedas Tapi Kenapa Banyak Orang Indonesia Suka? Begini Penjelasan Lengkap!Realita Gaji Rp5 Juta di Jakarta: Habis untuk Kosan dan Makan, Sisanya Tinggal Tekanan

‎Pelajaran dari Thailand jelas: kualitas harus dikelola, dikemas, dan dipasarkan secara serius agar bisa dihargai lebih tinggi.

‎Indonesia memang raksasa dalam produksi kelapa. Namun Thailand unggul dalam manajemen kualitas dan pemasaran.

‎Perbedaan harga bukan semata karena rasa, melainkan karena konsistensi, pengemasan, dan strategi branding.

‎Artinya, jika Indonesia mampu memperkuat standar dan membangun citra premium, bukan tidak mungkin kelapa lokal bisa menjadi produk unggulan bernilai tinggi di pasar global.

0 Komentar