Harga Emas Terjun Bebas Awal Pekan, Logam Mulia Dunia Tembus di Bawah US$5.000 dan Antam Drop Rp43 Ribu

Tekanan harga emas global memicu koreksi harga emas dunia, termasuk emas Antam di pasar domestik.
Tekanan harga emas global memicu koreksi harga emas dunia, termasuk emas Antam di pasar domestik.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Pasar emas global dibuka dengan sentimen negatif di awal pekan.

Harga emas dunia anjlok tajam hingga menembus ke bawah level psikologis US$5.000 per troy ons, memicu koreksi signifikan pada harga emas batangan di dalam negeri, termasuk produk PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Berdasarkan penutupan perdagangan global, harga emas spot merosot 3,53 persen dan berhenti di kisaran US$4.905 per troy ons, menjadi level terendah dalam sepekan terakhir.

Baca Juga:Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Digelar 17 FebruariMudik Gratis Bersama BUMN 2026 Dibuka, PELNI Sediakan 800 Tiket Kapal Laut dari Kalimantan ke Jawa

Tekanan ini langsung menjalar ke pasar domestik dan menekan harga logam mulia di Tanah Air.

Koreksi tajam harga emas terjadi di tengah melemahnya bursa saham Amerika Serikat.

Indeks utama seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak terkoreksi, memicu aksi jual lintas aset, termasuk emas yang selama ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai.

Kejatuhan harga emas kali ini bukan dipicu isu fundamental besar, melainkan faktor teknikal.

Gagalnya emas bertahan di atas US$5.000 memicu aksi jual otomatis berbasis algoritma atau robot trading yang mempercepat penurunan harga.

Dampak tekanan global langsung terasa di pasar logam mulia Indonesia. Mengacu pada data perdagangan terbaru, harga emas Antam hari ini turun Rp43.000.

Harga emas Antam 1 gram: Rp2.904.000

Harga buyback Antam: Rp2.688.000 per gram (turun Rp53.000)

Penurunan ini menjadi perhatian serius bagi investor ritel, mengingat dalam beberapa pekan terakhir harga emas sempat bertahan di level tinggi dan mencetak rekor beruntun.

0 Komentar