kbeonline.id – Rekor impresif 13 laga tanpa kekalahan milik Persebaya Surabaya di BRI Super League 2025-2026 akhirnya terhenti. Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi tim yang memutus catatan tersebut setelah menang 2-1 dalam laga penuh tensi di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam WIB.
Salah satu sosok kunci di balik kemenangan itu adalah Slavko Damjanovic. Bek tengah berusia 33 tahun tersebut tampil solid sepanjang pertandingan sebelum akhirnya ditarik keluar di menit-menit akhir dan digantikan Vinicius Leonardo da Silva.
Profesionalisme di Atas Nostalgia
Pertandingan ini terasa spesial bagi Slavko. Ia pernah membela Persebaya dan memiliki kenangan tersendiri bersama Bajul Ijo. Namun di atas lapangan, profesionalisme tetap menjadi prioritasnya.
Baca Juga:Paul Munster Puas Anak Asuhnya Tampil Fokus dan SolidHasil Super League: Tiga Poin Penting di Pulau Dewata, Persija Melesat ke Tiga Besar
Sepanjang 90 menit, Slavko tampil disiplin mengawal lini belakang The Guardians. Meski menerima kartu kuning pada menit ke-86 akibat kerasnya duel di jantung pertahanan, performanya tetap terjaga hingga akhir laga.
Usai pertandingan, Slavko mengungkapkan perasaan campur aduk. Ia mengaku senang bisa membantu tim meraih tiga poin penting, namun tetap menyimpan sedikit rasa haru karena pernah menjadi bagian dari salah satu klub besar di Indonesia.
Ia juga tak menampik adanya motivasi tambahan saat menghadapi mantan timnya. Namun baginya, sepak bola adalah tentang memberikan kemampuan terbaik bagi klub yang dibela saat ini.
Kontribusi Nyata di Jantung Pertahanan
Secara statistik, kontribusi Slavko memang tidak terlihat mencolok dalam hal ofensif. Ia hanya melepaskan satu tembakan tanpa mengarah ke gawang. Namun perannya di lini belakang sangat vital.
Ia mencatatkan 27 umpan untuk menjaga sirkulasi bola dari area pertahanan tetap stabil. Dalam aspek defensif, Slavko membukukan tujuh sapuan dan enam intersep, menunjukkan ketajaman dalam membaca arah serangan lawan. Selain itu, dua kali ball recovery yang dilakukannya membantu tim mengamankan bola kedua.
Menariknya, ia tak perlu melakukan tekel atau blok dalam jumlah besar. Hal itu justru menandakan posisi dan penempatan dirinya sudah tepat, sehingga tidak sering terlibat dalam situasi darurat.
Fondasi Stabilitas Bhayangkara
Musim ini, Slavko telah mencetak dua gol dari 20 penampilan bersama Bhayangkara FC. Kontribusi tersebut menegaskan bahwa ia bukan hanya palang pintu di lini belakang, tetapi juga ancaman dalam situasi bola mati.
