KBEONLINE.ID KARAWANG — Tahun 2026 yang bertepatan dengan Tahun Kuda Api diyakini membawa karakter pasar yang jauh lebih agresif, cepat, dan sarat volatilitas.
Investor tak lagi bisa mengandalkan strategi pasif atau sekadar menunggu dividen.
Tahun ini menuntut keberanian membaca momentum serta kecepatan dalam mengambil keputusan.
Baca Juga:Daftar Ucapan Tahun Baru Imlek 2026 Tahun Kuda Api untuk Keluarga, Sahabat, dan Rekan KerjaSudah Pernah Disegel, Lapangan Padel di Permukiman Jakarta Selatan Kembali Beroperasi dan Dikeluhkan Warga
Riset bertajuk 2026 Year of Fire Horse Outlook yang dirilis Kiwoom Sekuritas Indonesia menegaskan bahwa pergerakan pasar saham akan berlangsung semakin selektif.
Emiten dengan likuiditas tinggi, cerita pertumbuhan kuat, dan narasi masa depan yang jelas diproyeksikan menjadi pemenang.
“Ini bukan tahun untuk bermain aman. Di bawah naungan Kuda Api, diam justru berisiko tertinggal,” tulis tim riset Kiwoom dalam kajiannya, dikutip Selasa (17/2/2026).
Dalam astrologi Tiongkok, elemen api melambangkan transformasi, risiko, dan keberanian, sementara kuda identik dengan kecepatan dan ekspansi.
Kombinasi ini membuat strategi buy and hold tradisional berisiko tergerus inflasi serta rotasi sektor yang bergerak sangat cepat.
Karena itu, investor disarankan mengedepankan strategi agresif terukur, seperti active rebalancing, disiplin entry–exit, serta memanfaatkan momentum jangka menengah.
Fleksibilitas dan manajemen risiko menjadi kunci bertahan sekaligus mencetak cuan.
Deretan Saham Pilihan Berpotensi Cuan di Tahun Kuda Api 2026
Berikut daftar saham potensial cuan Tahun Kuda Api 2026 versi Kiwoom Sekuritas yang dinilai memiliki peluang pertumbuhan menarik:
1. Bank Mandiri (BMRI)
Baca Juga:Harga Emas Terjun Bebas Awal Pekan, Logam Mulia Dunia Tembus di Bawah US$5.000 dan Antam Drop Rp43 RibuSidang Isbat Awal Ramadan 2026 Digelar 17 Februari
Bank besar dengan fundamental solid, konsisten membagikan dividen, serta valuasi yang masih atraktif di tengah pemulihan kredit nasional.
2. Bank BTPN Syariah (BTPS)
Didukung pemulihan profitabilitas, margin pembiayaan tebal, dan ekspansi kredit yang kembali agresif.
3. Indah Kiat Pulp & Paper (INKP)
Berpotensi mencatat lonjakan volume seiring beroperasinya pabrik pulp baru yang menyasar permintaan global.
4. Sinar Eka Selaras (ERAL)
Mengandalkan ekspansi ritel dan pertumbuhan penjualan otomotif dengan same store sales growth yang solid.
5. Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)
Ditopang stabilitas harga jagung, perbaikan margin, serta dorongan permintaan protein dari program pemerintah.
6. Sinergi Inti Andalan Prima (INET)
Ekspansi kabel laut dan jaringan FTTH membuka peluang pendapatan berulang dari sektor infrastruktur digital.
