Kawung Tilu di Cikarang Timur Jadi Magnet Kuliner Saat Imlek

Sate Maranggi Mbah Goen di Wisata Kawung Tilu, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur
Sate Maranggi Mbah Goen di Wisata Kawung Tilu, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur
0 Komentar

KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Momen libur Imlek dimanfaatkan warga untuk berwisata kuliner. Puluhan pengunjung memadati Sate Maranggi Mbah Goen di kawasan Wisata Kawung Tilu, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa (17/2/2026).

Sejak memasuki area, pengunjung sudah disambut alunan musik khas Sunda dan ornamen gerbang bernuansa tradisional. Hamparan hutan jati yang rindang menambah kesan sejuk dan alami, membuat suasana makan terasa berbeda dibanding tempat kuliner pada umumnya.

Putri Sukma (23), warga Tambun, mengaku baru pertama kali datang setelah mengetahui lokasi tersebut dari media sosial.

Baca Juga:‎Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Jalan Nasional Pantura Karawang Yang Bolong dan Rusak Berat Sedang DiperbaikiJalur Vital “Terowongan Sapi” yang Terabaikan di Tengah Geliat Industri Cikarang

“Iya datang sama bapak, ibu sama adik. Tahu ini bapak dari lihat TikTok,” ujar Putri saat ditemui Cikarang Ekspres di lokasi.

Menurutnya, perjalanan yang cukup jauh terbayar lunas dengan suasana alam yang nyaman dan akses jalan yang bersih.

“Bagus suasana alam-alam, saung bersih, jalanan ke sininya juga bersih,” imbuhnya.

Ia memesan sate maranggi, sop iga, jukut goreng dan bakwan jagung. Dari segi rasa, menurutnya tak kalah dengan sate maranggi di Purwakarta, dengan harga yang relatif terjangkau.

Pengelola Sate Maranggi Mbah Goen, Hijaz Al-Hadi, mengatakan lokasi ini merupakan cabang terbaru sekaligus yang pertama di wilayah timur Cikarang. Sebelumnya, usaha tersebut telah berdiri enam bulan lalu di Rest Area Mbah Goen, irigasi BKG 5, Kampung Ciranggon, Desa Cipayung.

“Ini yang terbaru di Cikarang Timur, dan hadir di Wisata Kawung Tilu yang sudah ditetapkan jadi desa wisata di Kabupaten Bekasi,” kata Hijaz.

Ia menjelaskan, konsep yang ditawarkan bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman menikmati kuliner di tengah alam. Selain itu, seluruh pekerja direkrut dari warga sekitar.

Baca Juga:Tanggul Kali Cikarang Ambrol, Perumahan GCV Jayasampurna Terancam BanjirDeputy CEO PBB Minta Bobotoh Teror Sejak Menit Awal, Persib Siap Comeback atas Ranchaburi di GBLA

“Sate marangginya sama dengan yang lain, bedanya suasana alam tempatnya. Pekerjanya warga kampung kita, dari ibu rumah tangga, sehingga tercipta roda perekonomian,” jelasnya.

Selain sate maranggi, menu favorit lainnya adalah sop iga, ikan nila, dan gurame. Pengunjung juga bisa menikmati aneka menu khas Sunda seperti pepes, ayam bakar, cumi, ikan asin, jengkol balado, hingga jukut goreng.

0 Komentar