KBEonline.id, KARAWANG — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang menilai potensi perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah di Indonesia merupakan hal yang wajar dalam dinamika kehidupan umat Islam. Karena itu, masyarakat diimbau menyikapinya dengan bijak serta tetap mengedepankan sikap saling menghormati, Selasa (17/2/2026).
Kepala Kantor Kemenag Karawang, H. Sopian, menjelaskan perbedaan dalam menentukan awal bulan Hijriah terjadi karena adanya berbagai metode yang digunakan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, seperti hisab, rukyatul hilal, maupun perhitungan kalender Hijriah.
“Untuk pemerintah, penetapan awal Ramadan masih menunggu hasil sidang isbat yang akan dipimpin Menteri Agama. Pemerintah daerah, termasuk jajaran Kementerian Agama di Karawang, belum dapat memastikan apakah puasa dimulai Rabu atau Kamis karena keputusan resmi baru ditentukan setelah sidang,” ujar Sopian.
Baca Juga:Isra Mikraj dan Tarhib Ramadan, Kemenag Karawang Ajak Masyarakat Perkuat Ibadah dan Kepedulian SosialWakil Ketua DPRD Karawang Dian Serahkan Langsung Beasiswa PIP dan Buku Paket ke 58 Siswa SMPN 7 Karawang
Menjelang pelaksanaan sidang isbat, pemantauan hilal juga dilakukan di sejumlah daerah. Di Karawang, kegiatan rukyatul hilal tahun ini dilaksanakan secara mandiri karena telah memiliki peralatan sendiri, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih bergabung dengan daerah lain seperti Subang.
“Rencana awal pemantauan dilakukan di wilayah pantai. Namun karena kondisi cuaca dan situasi kurang mendukung, lokasi dipindahkan ke Yayasan Yafimnas,” jelasnya.
Kemenag Karawang mengimbau masyarakat agar menerima hasil sidang isbat nantinya, baik jika awal Ramadan ditetapkan pada Rabu maupun Kamis.
“Perbedaan awal Ramadan diharapkan tidak menjadi polemik di tengah masyarakat. Masyarakat diminta tetap menjaga kerukunan dan tidak mempermasalahkan perbedaan yang ada,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menghormati kebijakan pemerintah daerah terkait penutupan tempat hiburan malam selama bulan Ramadan.
“Saya tegaskan kebijakan tersebut bukan untuk menghambat usaha, melainkan untuk memberikan kesempatan kepada umat Islam menjalankan ibadah dengan nyaman, tenang, dan khusyuk,” ujarnya.
Sopian berharap Ramadan tahun ini dapat dijalani dengan suasana damai, penuh persatuan, serta semangat saling menghargai di tengah masyarakat.
