Ramadan Bukan Ajang Pamer: Fenomena Buka Bersama Yang Kehilangan Makna

Tolak Buka Bersama agar tetap waras
Tolak Buka Bersama agar tetap waras
0 Komentar

Kelompok yang mapan membicarakan investasi, ekspansi bisnis, perjalanan ke luar negeri.

Kelompok lain berbicara tentang kebutuhan hidup, peluang kerja, dan realitas sehari-hari.

Perbedaan tingkat ekonomi memang nyata. Namun yang menjadi masalah adalah ketika perbedaan itu melahirkan rasa minder, gengsi, atau keinginan memaksakan diri agar terlihat setara.

Baca Juga:Barcelona Relakan Puncak Klasemen ke Real Madrid, EL Barca Tumbang 1-2 dari Girona‎Emas dan Saham Bukan Lagi Primadona di Tahun 2026? Aset Riil Diprediksi Akan Melejit ‎

Padahal nilai seseorang tidak pernah ditentukan oleh posisi duduknya di meja makan.

Antara Gengsi dan Kewarasan

Tidak semua buka bersama membawa manfaat. Ada yang benar-benar hangat dan tulus. Ada pula yang justru melelahkan secara mental.

Ramadan seharusnya menjadi momentum refleksi. Waktu untuk merendahkan ego, bukan meninggikannya. Saat untuk memperbaiki hubungan, bukan mempertajam perbandingan.

Jika sebuah pertemuan membuat hati terasa sempit, pikiran terbebani, dan dompet tertekan, maka penting untuk bertanya: apa yang sebenarnya sedang kita cari?

Validasi?

Pengakuan?

Atau hanya takut dianggap tertinggal?

Berani mengatakan tidak pada undangan yang tidak sehat bukan berarti memutus silaturahmi. Justru itu bentuk menjaga diri.

Mengembalikan Esensi

Silaturahmi tidak membutuhkan restoran mahal.

Persaudaraan tidak bergantung pada pakaian bermerek.

Harga diri tidak ditentukan oleh pencapaian yang dipamerkan.

Kadang, berbuka sederhana bersama orang yang benar-benar peduli jauh lebih bermakna daripada duduk di tempat mewah dengan suasana penuh perbandingan.

Ramadan adalah bulan membersihkan hati. Jika buka bersama justru mengotori niat dan memicu gengsi, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali maknanya.

Tidak semua keramaian membawa kedekatan.

Tidak semua undangan harus dipenuhi.

Tidak semua panggung layak untuk dinaiki.

Baca Juga:Astaghfirullah! Demi Tutupi Aib, Pasangan Muda di Tambun Selatan Buang Bayi Sendiri, Polisi Tangkap Pelaku!Israr Megantara Menuju Matador: Pivot Timnas Asal Bekasi Bidik Karier di Spanyol

Yang terpenting bukan terlihat berhasil, tetapi tetap jujur dan waras di tengah tekanan sosial.

0 Komentar