KBEOnline.id – Industri novel ringan Jepang lagi berubah cepat, dan Kazuma Miki tahu betul rasanya ada di tengah-tengah pusaran itu. Dia bukan nama sembarangan—editornya Sword Art Online, A Certain Magical Index, Shakugan no Shana, sampai The Irregular at Magic High School. Miki sudah melihat sendiri bagaimana peta kekuatan penerbitan bergeser sejak ia mulai di tahun 2000.
Dulu, semuanya masih soal cetak. Waktu Miki baru masuk ke industri, orang-orang sudah mulai cemas soal turunnya penjualan majalah. Pendapatan publikasi Jepang terus saja turun sejak tahun 90-an, dan di 2025, akhirnya anjlok di bawah 1 triliun yen—pertama kalinya sejak 1976. Tapi, di mata Miki, manga dan turunannya masih terasa “aman-aman saja.”
Waktu itu, jalur jadi kreator profesional nyaris satu-satunya: ikut lomba pencarian bakat yang diadakan penerbit besar. Alternatif hampir nggak ada. Editor pegang kendali penuh. Mereka bukan cuma ngedit, tapi juga jadi gerbang utama buat siapa pun yang mau masuk ke dunia ini.
Baca Juga:Aksi Nyata Developer Honkai: Star Rail, Rp2 Miliar untuk Kesehatan AnakReview Steam Makin Detail! Valve Izinkan Lampirkan Spesifikasi PC
Sekarang, dunia sudah jungkir balik.
Penulis bebas upload karya sendiri di Shosetsuka ni Narou, Kakuyomu, atau langsung promosi di X dan Pixiv. Kalau cerita mereka viral, justru editor yang sibuk cari dan mendekati.
Kata Miki, pendekatan lama—janji “kami akan membimbingmu”—sudah basi. Hari ini, kreator punya banyak pilihan. Kalau satu penerbit datang menawarkan mentorship, mereka bisa dengan santai bilang “terima kasih, tapi saya sudah punya rencana sendiri.”
Editor Wajib Punya Nilai Jelas
Miki nggak main-main soal ini. Editor dan produser zaman sekarang harus bisa tunjukkan, “Ini, lho, nilai tambah yang gue bawa.” Entah itu visi, jaringan, strategi adaptasi anime, atau pengembangan IP lintas media—semua harus jelas dari awal.
Itu sebabnya dia bikin Straight Edge, perusahaan yang ngurus karya dari tahap IP awal sampai adaptasi anime dan game. Model kayak gini nunjukkin betapa industrinya makin terintegrasi dan persaingannya makin gila.
