KBEONLINE.ID – Atmosfer Stadion GBLA memanas saat Persib Bandung menjamu Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two. Di hadapan ribuan Bobotoh, Maung Bandung tampil menekan sejak menit pertama demi mengejar defisit agregat 0-3 dari leg pertama.
Drama Gol Andrew Jung dan Keputusan VAR
Persib langsung tancap gas. Gol cepat Andrew Jung lahir dari situasi bola mati yang sempat membuat stadion menahan napas. Tom Haye mengirim umpan over the top ke dalam kotak penalti, Alfeandra Dewangga bergerak masuk memanfaatkan ruang.
Hakim garis sempat mengangkat bendera tanda offside. Namun setelah pengecekan VAR yang cukup lama, posisi Dewangga dinyatakan onside tipis. Gol disahkan. Persib unggul 1-0, agregat menjadi 1-3 dan asa kebangkitan sempat terbuka.
Baca Juga:Pengusaha Muda Tio Mantap Berpolitik, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Karawang Lewat PSIPersib Bandung vs Tarawih Perdana: Bobotoh Bimbang di Malam Penuh Berkah
Kartu Merah Uilliam Baros Ubah Segalanya
Momentum Persib berubah drastis di pertengahan babak pertama. Uilliam Baros melakukan sliding tackle terlambat dengan kaki terbuka ke arah betis Jonathan Khemdee.
Wasit asal Arab Saudi, Majid Al-Shamrani, tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung. Persib harus bermain dengan 10 orang dalam kondisi masih tertinggal agregat. Sejak saat itu, skema permainan berubah total.
Tembok Kokoh Kampon
Meski kalah jumlah pemain, Persib tetap menekan. Namun kiper Ratchaburi, Kampon Pathomakkakul, tampil luar biasa. Ia mencatatkan enam penyelamatan penting.
Peluang emas datang dari tendangan voli Beckham Putra dan sundulan Mateo Kocijan, tetapi semuanya mampu dimentahkan Kampon. Ia menjadi faktor utama Ratchaburi tetap bertahan dalam tekanan.
Dominasi Lini Tengah dan Keberanian Bojan
Pelatih Bojan Hodak tetap mempertahankan pendekatan menyerang meski kalah jumlah pemain. Tom Haye dan Adam Alis menguasai lini tengah. Haye berkali-kali mengirim umpan kunci yang membuka ruang.
Masuknya Beckham dan tenaga baru di babak kedua menunjukkan Persib tidak menyerah. Permainan direct football diterapkan, tetapi penyelesaian akhir belum cukup tajam untuk menambah gol.
Disiplin Ratchaburi dan Serangan Balik
Ratchaburi bermain disiplin dengan blok rendah dan mengandalkan serangan balik cepat. Danielson Junior dan Jesse Curran beberapa kali mengancam. Beruntung Teja Paku Alam serta Nick Kuipers tampil solid memutus potensi bahaya.
