Unity Gas AI: Bikin Game Kasual Tinggal Ketik Prompt?

Unity Gas AI: Bikin Game Kasual Tinggal Ketik Prompt?
Unity Gas AI: Bikin Game Kasual Tinggal Ketik Prompt?
0 Komentar

KBEOnline.id – Ngomongin AI generatif di dunia game tuh kayak ngumpul di sekitar api unggun di tengah desa industri. Semua penasaran, semua merapat. Ada yang ngerasa hangat, ada juga yang deg-degan takut kebakaran.

Nah, kali ini Unity Technologies yang meniup bara makin panas. Di laporan keuangan terbarunya, mereka bilang “AI-driven authoring” bakal jadi jalan tol menuju masa depan. Nggak cuma fitur tambahan, tapi ini mesin utamanya.

Game dari Prompt, Bukan Blueprint

Matt Bromberg, CEO Unity, bilang di Game Developers Conference bulan Maret nanti, mereka bakal pamerin Unity AI versi beta. Ambisinya gila—bikin prototipe sampai game kasual utuh, cukup lewat perintah bahasa sehari-hari.

Baca Juga:Comeback! .hack//Z.E.R.O. Resmi, Ditangani Langsung CyberConnect2Krisis RAM & SSD Diprediksi Berlanjut Sampai 2030-an

Bayangin aja, kamu ngetik: “Buat game puzzle santai dengan kucing astronot dan gravitasi aneh.”

Engine-nya langsung gerak kayak chef yang udah hapal resep di luar kepala.

Unity sendiri ngaku, sistem ini beda dari AI generik yang cuma asal nebak. Dia ngerti konteks proyek, struktur scene, sampai daleman runtime engine Unity sendiri. Jadi, yang dihasilkan bukan cuma kode mentah, tapi sesuatu yang beneran nyatu sama ekosistem Unity.

Demokratisasi atau Otomatisasi?

Unity bilang ini langkah “mendemokratisasi” pembuatan game. Ide jadi modal utama. Hambatan teknis dipangkas. Siapapun yang punya imajinasi dan keyboard bisa bikin sesuatu.

Sekilas sih mirip Project Genie-nya Google, yang sempat pamer bikin game dari prompt. Bedanya, Unity bukan sekadar laboratorium eksperimen. Engine mereka udah dipakai jutaan developer di mana-mana. Kalau fitur ini matang, efeknya bisa terasa di mana-mana, sampai ke pojok-pojok toko aplikasi.

Tapi, Pemain Mau Nggak?

Nah, di sini pertanyaannya jadi lebih dalem, nggak sekadar soal teknologi.

Game legendaris biasanya dikenang bukan cuma gara-gara fitur yang jalan, tapi karena sentuhan manusia. Detail kecil yang aneh, desain nyeleneh yang sengaja, atau emosi yang beneran kerasa. Semua itu dirancang, bukan sekadar keluar dari statistik.

AI bisa bikin struktur, tapi apa bisa ngasih jiwa?

0 Komentar