KBEONLINE.ID – Memasuki bulan suci Ramadan, suasana di Desa Wisata Situ Kamojing, Kecamatan Cikampek, menghadirkan nuansa yang berbeda dari hari-hari biasanya. Jika pada waktu normal kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan sejak pagi hingga siang, maka selama Ramadan justru sore hari menjadi waktu yang paling dinanti. Situ Kamojing pun menjelma menjadi destinasi favorit warga untuk menghabiskan waktu ngabuburit sembari menunggu azan Magrib.
Hamparan air yang tenang, semilir angin sore, serta panorama alam yang asri menciptakan suasana damai dan menenangkan. Cahaya matahari yang perlahan meredup memantul di permukaan air, menghadirkan pemandangan senja yang memikat. Tak heran jika banyak warga datang bersama keluarga maupun sahabat untuk menikmati momen santai sebelum berbuka puasa.
Di antara berbagai fasilitas yang tersedia, wahana rakit menjadi primadona selama Ramadan. Jika biasanya rakit digunakan sebagai atraksi wisata air bagi pengunjung umum, kini wahana tersebut justru menjadi pilihan utama warga untuk berkeliling situ sambil menikmati suasana sore.
Baca Juga:Kantor Desa Pantai Mekar Muaragembong Disegel Warga, Kades Dilaporkan ke PolisiLahan PSEL Burangkeng Tuntas! Pemkab Bekasi Gaspol Wujudkan Pabrik Sampah Jadi Listrik Senilai Rp80 Miliar
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kamojing, Agus, mengatakan bahwa Ramadan membawa warna tersendiri bagi aktivitas wisata di kawasan tersebut. “Di bulan Ramadan, sore hari justru lebih ramai. Banyak warga yang ngabuburit naik rakit,” ujarnya, Kamis (19/2).
Menurut Agus, pengalaman berkeliling situ menjelang matahari terbenam memberikan kesan berbeda bagi pengunjung. “Biasanya mereka datang sekitar pukul empat sore, naik rakit atau getek, lalu kembali ke darat menjelang azan. Setelah itu sebagian langsung buka puasa di area sini,” katanya.
Untuk menikmati wahana rakit, pengunjung cukup membayar Rp10 ribu per orang, dengan kapasitas maksimal enam orang dalam satu rakit.
Selain rakit, tersedia pula wahana speed boat yang menawarkan sensasi berkeliling situ dengan kecepatan lebih menantang. Dengan tarif Rp20 ribu per orang dan kapasitas maksimal empat penumpang, wahana ini menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin pengalaman berbeda. Namun, speed boat hanya beroperasi setiap akhir pekan, sehingga kehadirannya kerap dinanti para pengunjung.
Tak hanya wahana air, sejumlah gazebo dan area duduk juga dipadati pengunjung menjelang waktu berbuka. Sebagian warga membawa takjil dari rumah, sementara lainnya memilih membeli jajanan dari pedagang yang berjejer di sekitar lokasi. Kehadiran Cafe Pohaci turut menjadi alternatif tempat berbuka puasa bersama keluarga dengan suasana yang nyaman.
