Ramadan juga dimanfaatkan pengelola untuk menghadirkan nuansa kebersamaan di kawasan wisata. Panggung ceria yang tersedia kerap digunakan untuk hiburan bernuansa religi maupun kegiatan anak-anak menjelang waktu berbuka, sehingga suasana ngabuburit terasa semakin hangat.
Agus menyebutkan, meningkatnya jumlah pengunjung pada sore hari membawa dampak positif bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan. Pedagang makanan dan minuman merasakan langsung peningkatan omzet selama bulan puasa.
“Alhamdulillah, Ramadan ini justru menambah semangat kami. Di sini bukan hanya ada wahana wisata, tapi juga menjadi tempat warga membangun kebersamaan sambil menunggu waktu berbuka,” pungkasnya.
Baca Juga:Kantor Desa Pantai Mekar Muaragembong Disegel Warga, Kades Dilaporkan ke PolisiLahan PSEL Burangkeng Tuntas! Pemkab Bekasi Gaspol Wujudkan Pabrik Sampah Jadi Listrik Senilai Rp80 Miliar
Ia menambahkan, pihak pengelola tetap menjaga keamanan dan ketertiban agar pengunjung dapat menikmati suasana dengan nyaman. “Kami atur agar tetap aman dan tertib, sehingga warga bisa ngabuburit dengan tenang,” tuturnya.
Agus berharap, Desa Wisata Situ Kamojing dapat terus menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga setelahnya.
“Harapannya, setelah Ramadan pun masyarakat tetap menjadikan desa wisata ini sebagai pilihan rekreasi. Semoga ini terus berdampak positif bagi UMKM dan warga sekitar,” tutupnya. (Siska)
