Cuplikan Terbaru Saya Ingin Mencintaimu Sampai Hari Kematianmu Bikin Haru

Cuplikan Terbaru Saya Ingin Mencintaimu Sampai Hari Kematianmu Bikin Haru
Cuplikan Terbaru Saya Ingin Mencintaimu Sampai Hari Kematianmu Bikin Haru
0 Komentar

KBEOnline.id – Judulnya saja sudah bikin dada sesak — Saya Ingin Mencintaimu Sampai Hari Kematianmu. Kayak janji yang ditulis pakai air mata dan nekat. Sekarang, anime adaptasinya akhirnya unjuk gigi lewat trailer baru dan siap tayang perdana Juli nanti. Roll2 yang jadi studionya.

Di kursi sutradara, ada Yasushi Tomoda. Naskahnya digarap Jukki Hanada, yang udah terkenal gara-gara Bloom Into You sama Sound! Euphonium. Desain karakternya digarap Kyoko Fuyu, dan musiknya? Digarap Yukari Hashimoto — namanya nggak asing buat yang suka A Sign of Affection.

Oh ya, Takudai Kakuchi, yang tadinya diumumkan bakal jadi sutradara, sekarang pindah peran jadi penasihat kreatif.

Pemeran utamanya juga nggak main-main:

Baca Juga:Rumor Panas! Chrono Trigger Remake Sudah Mulai DikerjakanUnity Gas AI: Bikin Game Kasual Tinggal Ketik Prompt?

  • Rie Takahashi jadi Sheena Totsuki,
  • Rina Hidaka jadi Mimi Kagari,
  • Asami Seto jadi Lizzy Seiran,
  • Yui Ishikawa jadi Ali Maud.

Anime ini diangkat dari manga karya Aono Nachi. Awalnya terbit di Comic Yuri Hime dari Agustus 2018 sampai Januari 2020, lalu lanjut online di PixivYurihime sama Ichijin Plus. Lisensi Inggrisnya dipegang Kodansha USA.

Soal cerita — premisnya terasa kayak dongeng yang salah tempat. Panti asuhan buat anak cewek, eh, ternyata kamp pelatihan militer. Anak-anak di sana dibentuk jadi prajurit dengan kekuatan magis. Di tengah latihan keras, darah, sama perang, cinta tumbuh pelan-pelan, tapi keras kepala banget.

Banyak yang bilang, anime ini punya aura mirip Revolutionary Girl Utena, Otherside Picnic, dan Mobile Suit Gundam: The Witch from Mercury. Jadi, siap-siap aja sama drama psikologisnya yang dalam, hubungan antar perempuan yang rumit, dan dunia yang nggak segan nunjukin sisi gelapnya.

Kalau ngeliat trailernya, atmosfernya unik — visualnya lembut dan intim, tapi ceritanya dingin, penuh perang. Kayak bunga yang maksa tumbuh di tanah bekas ledakan.

Juli nanti, kisah ini bakal ngetes satu hal yang kelihatannya sederhana, padahal gawat: seberapa kuat cinta bisa bertahan kalau dunianya sendiri diciptakan buat menghancurkan cinta itu. (*)

0 Komentar