‎Lahan PSEL Burangkeng Tuntas! Pemkab Bekasi Gaspol Wujudkan Pabrik Sampah Jadi Listrik Senilai Rp80 Miliar

TPA Burangkeng
TPA Burangkeng
0 Komentar

KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Upaya mengurai persoalan sampah di Kabupaten Bekasi memasuki babak baru. Pemerintah daerah memastikan lahan seluas lima hektare untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sekitar TPA Burangkeng telah tuntas dibebaskan.

‎Pembayaran lahan dilakukan pada 20 Januari lalu. Kini, tahapan pematangan tengah berjalan sebelum dilaporkan ke pemerintah pusat.

‎Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyebut penyediaan lahan menjadi bukti keseriusan daerah dalam mendukung program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:‎79 Kendaraan Dinas Belum Ditemukan, Ketua DPRD Kota Bekasi Desak Komisi III Tindak Lanjut Temuan BPK Jabar ‎Line Masa PPG Guru Tertentu 2026, Ini yang Harus Dicatat Bapak dan Ibu Guru

‎“Pembebasan lahan sudah dilakukan, sudah dibayar lahannya per tanggal 20 Januari lalu. Jadi sesuai target kami memang inginnya di awal tahun. Tentu ini sebagai bukti atas dukungan pemerintah daerah untuk merealisasikan program tersebut,” kata Asep Surya Atmaja kepada Cikarang Ekspres, Kamis (19/2).

‎PSEL merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah pusat mengubah sistem pengelolaan sampah nasional. Program yang dibiayai BPI Danantara ini akan mengubah pengelolaan sampah dari semula ditimbun ke tempat pembuangan akhir, kini diolah menjadi energi listrik.

‎Di Kabupaten Bekasi, PSEL akan dibangun di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burankeng Kecamatan Setu. Kini proses pembebasan lahannya telah rampung sehingga tahapan selanjutnya yakni pematangan lahan.

‎“Pematangan lahan tengah dalam proses dan diharapkan selesai dalam waktu dekat sehingga dapat segera dilaporkan ke pemerintah pusat. Harapannya pembangunan dapat direalisasikan dalam waktu dekat sehingga manfaatnya lebih cepat juga dirasakan,” ucapnya.

‎Sejak tahun lalu, Pemkab Bekasi terbilang proaktif mendukung program ini. PSEL diharapkan menjadi solusi dari persoalan sampah yang tidak kunjung ditangani secara serius. Bahkan mayoritas sampah yang diproduksi setiap hari di masyarakat tidak terlayani karena kondisi TPA yang telah melebihi kapasitas.

‎Langkah proaktif ini dibuktikan dengan penyiapan anggaran hingga lebih dari Rp 80 miliar untuk pembebasan dan pematangan lahan. Baru di bulan pertama, lahan yang dibutuhkan kini tersedia.

‎Kepala Desa Burangkeng, Nemin mengaku bersyukur PSEL dapat menunjukkan progres cepat. Dengan demikian, diharapkan proyek strategis ini dapat terealisasi.

0 Komentar