Ternyata di Sepakbola Eropa Juga Ada Nepotisme, Begini Kisah Lengkapnya! Kamu Pasti Kaget

Frank Lampard
Frank Lampard
0 Komentar

Kesetiaannya juga diuji saat Mourinho mengajaknya bergabung ke Inter Milan dan kemudian Real Madrid C.F.. Namun Lampard memilih bertahan di Chelsea, menghargai dukungan suporter dan janji pribadi yang ia pegang teguh.

Puncak Kejayaan: Liga Champions 2012

Impian terbesar Lampard akhirnya terwujud pada 2012. Di semifinal melawan FC Barcelona, ia berperan penting dalam momen-momen krusial. Di final melawan FC Bayern Munich di Allianz Arena, Lampard menjadi kapten dan memimpin Chelsea meraih trofi Liga Champions pertama mereka lewat adu penalti.

Itulah penebusan sempurna atas bertahun-tahun kegagalan di Eropa.

Warisan Abadi

Lampard menutup kariernya di Chelsea sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub dengan 211 gol—angka luar biasa untuk seorang gelandang. Ia juga pensiun sebagai salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah Premier League.

Baca Juga:KABAR BAIK! Surat Panggilan PPG Guru 2026 Sudah Hadir, Bagi Guru Silahkan Cek Akun SIM PKB Masing-masing! Kata-kata Sedih dan Terharu Adam Przybek Saat Dipastikan Menganggur di Persib Usai Gugur di Asia

Kisah Frank Lampard membuktikan satu hal: tudingan nepotisme bisa saja datang di awal perjalanan, tetapi hanya kerja keras, konsistensi, dan mentalitas juara yang mampu menciptakan legenda. Dari “anak paman” yang diragukan, ia menjelma menjadi ikon abadi Stamford Bridge dan salah satu gelandang terbaik generasinya.

0 Komentar