KBEOnline.id – Selama ini, nama CyberConnect2 identik banget sama game-game adaptasi anime besar—Naruto, Dragon Ball, Demon Slayer, dan sejenisnya. Tapi di balik layar, mereka lagi menyiapkan gebrakan baru buat masa depan IP original mereka sendiri. Semua mata sekarang tertuju ke kebangkitan franchise legendaris .hack lewat proyek terbaru, .hack//Z.E.R.O., yang diumumkan pas perayaan ulang tahun ke-30 mereka.
Yang bikin pengumuman ini tambah seru, proyek .hack//Z.E.R.O. sepenuhnya digarap CyberConnect2 sendiri, nggak ada campur tangan Bandai Namco sama sekali. Ini sinyal jelas kalau mereka mau pegang kendali penuh buat arah kreatifnya.
Ambisi Global Lewat IP Original
Dalam wawancara bareng Famitsu, CEO CyberConnect2, Hiroshi Matsuyama, blak-blakan soal visi besar perusahaan. Dia bilang, walaupun studio mereka sukses berat lewat game adaptasi anime terkenal, ada mimpi lain yang pengen mereka capai.
Baca Juga:Capcom Bongkar Detail Event Resident Evil Requiem di Indonesia!Catat tanggalnya—The Level 999 Villager bakal hadir Juli nanti!
Ke depannya, CyberConnect2 nggak mau cuma dikenal sebagai tukang bikin game lisensi anime. Mereka pengen jadi pencipta IP original yang bisa bersaing di level global. Ini jadi target utama mereka buat sepuluh tahun ke depan.
Strateginya bukan ninggalin proyek lisensi, sih. Mereka malah mau seimbangin portofolio. Game adaptasi anime jalan terus, tapi IP internal kayak .hack bakal dapat prioritas dan investasi jauh lebih serius.
.hack//Z.E.R.O.: Proyek Puncak
Matsuyama bilang, pengembangan .hack//Z.E.R.O. udah dipikirin nyaris sepuluh tahun. Proyek ini jadi puncak dari semua pengalaman teknis dan kreatif yang mereka kumpulin selama 30 tahun terakhir.
Dari sisi branding, ini momen nostalgia buat penggemar lama .hack yang udah lama nggak dapet game baru. Teaser awalnya kasih rasa reboot, karakter ikonik muncul lagi dengan desain yang beda, bawa kesan proyek ini bakal ngerangkum warisan lama sekaligus buka babak baru.
Dari positioning, .hack//Z.E.R.O. jelas diarahkan jadi action RPG full untuk konsol, bukan proyek mobile atau gacha. Keputusan ini nunjukkin ambisi mereka buat nawarin pengalaman premium yang bisa bersaing di pasar global.
