Cuaca Ekstrem Uji Warga Saat Ramadan: 17 Ribu KK di Kabupaten Bekasi Terdampak

Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bekasi
Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bekasi
0 Komentar

KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Ramadan 1447 Hijriah menjadi ujian berat bagi ribuan warga di Kabupaten Bekasi. Di tengah kekhusyukan menjalankan ibadah puasa, bencana hidrometeorologi justru menerjang puluhan desa akibat kombinasi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi hingga 20 Februari 2026 pukul 14.00 WIB, tercatat 17.738 Kepala Keluarga (KK) kini harus berjuang menghadapi dampak bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyampaikan bahwa eskalasi bencana mencakup 64 titik lokasi kejadian yang tersebar di 22 desa dan 9 kecamatan.

Baca Juga:Enam Kali Diterjang Banjir, Warga Nebraska Terrace Tetap Nahan Sabar di Awal RamadanEnam Kali Diterjang Banjir, Warga Nebraska Terrace Tetap Nahan Sabar di Awal Ramadan

“Situasi saat ini cukup dinamis. Sebanyak 17.738 KK terdampak, dan fokus kami adalah memastikan keselamatan jiwa di tengah kondisi cuaca ekstrem ini,” ujar Muchlis kepada Cikarang Ekspres, Jumat (20/02).

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menambahkan bahwa banjir menjadi ancaman paling masif bagi warga yang sedang berpuasa.

“Kondisi di lapangan cukup menantang, terutama di Cikarang Utara. Di Desa Tanjungsari dan Karangraharja, ketinggian air mencapai 50 hingga 170 sentimeter,” jelas Dodi.

Dodi juga mengungkapkan bahwa puluhan keluarga terpaksa mengungsi dan tidak bisa berbuka puasa atau sahur di rumah mereka sendiri. Saat ini, terdapat 94 KK atau 376 jiwa yang telah dievakuasi ke titik-titik pengungsian.

“Kami telah mendirikan tenda pengungsian di tiga lokasi, salah satunya di Kantor Kecamatan Tambun Utara dan dua titik di Desa Karangraharja,” tambahnya.

Selain banjir, ancaman longsor dan angin puting beliung juga menghantui kenyamanan beribadah warga.

Tercatat ada 2 titik longsor di Kelurahan Kebalen, serta beberapa titik lainnya di Sukabungah dan Sukamukti di Kecamatan Bojongmangu termasuk di Sukaragam dan Jayasampurna di Kecamatan Serang Baru.

Baca Juga:Warga Nebraska Sukawangi Terrace Puasa di Tengah Genangan ‎Kapolres Tegas: Tak Ada Tempat untuk Preman di Pasar Baru Cikarang, Patroli Diperketat Pasca Penertiban SGC

Sementara itu, angin puting beliung dilaporkan merusak pemukiman di Desa Setialaksana Kecamatan Cabangbungin dan Desa Srimukti di Kecamatan Tambun Utara.

Pihak BPBD bersama unsur TNI (KODIM 05/09), Polri, dan relawan terus bersiaga melakukan evakuasi serta penyaluran bantuan logistik.

“Prioritas kami adalah assessment cepat dan distribusi logistik agar warga yang mengungsi tetap bisa memenuhi kebutuhan dasarnya selama Ramadan ini,” pungkas Dodi. (Iky)

0 Komentar