KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Belum genap sepekan Ramadan 1447 Hijriah berjalan, warga Perumahan Nebraska Terrace di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi kembali harus menahan sabar.
Di hari kedua puasa, Jumat (20/2/2026) dini hari, air dari luapan Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) kembali mengepung rumah-rumah mereka.
Bukan banjir pertama. Bukan pula yang kedua. Ini adalah banjir keenam sejak awal tahun 2026.
Air mulai merayap masuk sejak waktu sahur.
Baca Juga:Warga Nebraska Sukawangi Terrace Puasa di Tengah Genangan Kapolres Tegas: Tak Ada Tempat untuk Preman di Pasar Baru Cikarang, Patroli Diperketat Pasca Penertiban SGC
Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu dan Kabupaten Bekasi sejak Kamis (19/2) malam membuat debit Kali CBL meningkat tajam.
Tanggul yang tengah diperbaiki tak mampu sepenuhnya menahan luapan. Dalam hitungan jam, genangan mencapai 40 hingga 70 sentimeter.
Sebagian warga masih sempat menuntaskan sahur, meski dengan kaki terendam air. Sisanya memilih bergegas menyelamatkan barang sebelum subuh benar-benar tiba.
Alhasil, sejumlah warga memilih meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Masjid, mushalla, hingga tenda darurat yang disiapkan pemerintah menjadi lokasi penampungan sementara.
Wati, salah seorang warga, mengaku air mulai masuk ke rumahnya pada Jumat pagi.
“Saya mau ngungsi ke masjid, baru pagi ini masuk air. Ini akibat CBL meluap,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Edi. Ia menyebut genangan di dalam rumahnya sudah mencapai 20 sentimeter.
Baca Juga:Heboh Cikarang! Pria Tanpa Busana Nekat Naik Motor, Polisi Gerak Cepat Lakukan PenelusuranSikat Duit Rp 7 Miliar Hak Atlet Difabel, Polres Metro Bekasi Limpahkan Dua Tersangka Korupsi Dana Hibah NPCI
“Masuk ke rumah sudah 20 senti meter. Pemicunya hujan dan tanggul lagi diperbaiki, jadi ini luapan dari Kali CBL,” katanya.
Sementara itu, Tedi mengatakan banjir kali ini merupakan yang keenam sejak awal tahun 2026. Di dalam rumahnya, air sudah setinggi mata kaki.
“Ini banjir yang ke-6 kali. Sejak tadi pagi air masuk. Hujan dari semalam. Saya mau ngungsi ke mushalla bareng anak istri,” ucapnya.
Selain mengungsi, warga juga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dan peralatan elektronik.
Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat telah dievakuasi ke lokasi yang lebih tinggi.
Beberapa warga bahkan menggunakan perahu karet untuk memindahkan barang dari dalam rumah.
Banjir yang berulang membuat aktivitas ibadah puasa warga terganggu.
Sebagian harus menjalani sahur di tengah genangan, sementara yang lain berbuka dan beristirahat di lokasi pengungsian.
