Kenapa Hanya Bulan Ramadhan Ramai Takjil? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Takjil Bulan Ramadhan
Takjil Bulan Ramadhan
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Ramadan tiba, suasana berubah. Jalanan dipenuhi penjual kolak, kurma, gorengan hingga minuman segar. Di depan masjid, kotak-kotak makanan dibagikan gratis menjelang azan Magrib. Fenomena ini seolah hanya muncul saat bulan puasa. Lalu, kenapa takjil begitu identik dengan Ramadan?

Makna Asli “Takjil” Bukan Nama Makanan

Banyak orang mengira takjil adalah sebutan untuk makanan berbuka. Padahal, secara bahasa Arab istilahnya adalah ta’jilul fitri, yang berarti menyegerakan berbuka puasa. Dalam perkembangannya di Indonesia, kata “takjil” mengalami perluasan makna.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takjil bisa berarti tindakan menyegerakan berbuka, sekaligus merujuk pada makanan atau minuman untuk berbuka. Pergeseran makna ini membuat takjil identik dengan hidangan manis yang disantap saat Magrib tiba.

Baca Juga:Tren Baru 2026! Dubai Chewy Cookie yang Sold Out Tiap Hari Ramaikan Pasar Kuliner IndonesiaRisol Matcha dan Risol Cokelat Viral, Jajanan Legendaris yang Bertransformasi Jadi Dessert Kekinian

Strategi Dakwah yang Menghidupkan Masjid

Tradisi berbagi takjil di masjid bukan sekadar kebiasaan sosial. Sejak lama, pembagian makanan berbuka digunakan sebagai strategi dakwah untuk menarik jamaah datang ke masjid.

Dengan adanya sajian berbuka gratis, masyarakat terdorong hadir lebih awal, mengikuti tadarus, kajian, hingga salat berjamaah. Ramadan menjadi momentum menghidupkan masjid melalui pendekatan yang sederhana namun efektif: berbagi makanan.

Tradisi Gulai Kambing di Yogyakarta

Salah satu tradisi takjil paling legendaris ada di Masjid Gede Kauman. Sejak era 1950-an, masjid ini dikenal rutin membagikan gulai kambing setiap hari Kamis selama Ramadan.

Ada dua versi sejarahnya. Pertama, tradisi itu disebut bermula dari pembagian daging akikah warga yang kemudian disantap bersama untuk berbuka. Versi kedua menyebutkan praktik ini sudah ada sejak masa Sri Sultan Hamengku Buwono, yang bersedekah gulai kambing kepada rakyat dan kaum dhuafa, bersama tokoh pembaru Islam Ahmad Dahlan.

Tradisi ini memperlihatkan bahwa takjil bukan sekadar makanan, melainkan simbol kepedulian sosial.

Berakar dari Hadis dan Al-Qur’an

Budaya berbagi takjil juga berlandaskan ajaran agama. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk memberi makan orang yang berbuka puasa. Dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Ma’un, umat Islam diperintahkan untuk peduli terhadap kaum dhuafa.

0 Komentar