Nilai inilah yang membuat praktik berbagi takjil begitu kuat di Indonesia. Ramadan menjadi bulan berbagi, bukan hanya menahan lapar.
Jadi, Kenapa Hanya Ramadhan?
Karena hanya di bulan inilah kewajiban puasa dijalankan secara kolektif. Ada momen berbuka yang sama setiap hari, ada pahala berlipat, dan ada semangat berbagi yang meningkat. Kombinasi faktor ibadah, tradisi, dan budaya sosial membuat takjil menjadi fenomena khas Ramadan.
Di luar bulan puasa, tidak ada kebutuhan mendesak untuk menyegerakan berbuka secara serentak. Itulah sebabnya tradisi takjil tidak seintens Ramadan.
Baca Juga:Tren Baru 2026! Dubai Chewy Cookie yang Sold Out Tiap Hari Ramaikan Pasar Kuliner IndonesiaRisol Matcha dan Risol Cokelat Viral, Jajanan Legendaris yang Bertransformasi Jadi Dessert Kekinian
Akhirnya, takjil bukan sekadar kolak, kurma, atau gorengan. Ia adalah simbol kebersamaan, dakwah yang membumi, dan wajah Ramadan yang hangat di Indonesia.
