kbeonline.id – Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menegaskan kewaspadaan tinggi jelang laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-22 BRI Super League 2025-2026. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Brawijaya, Jumat (20/2/2026) malam WIB, diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama berada dalam tren positif.
Macan Putih tengah menikmati performa stabil di kandang. Ini menjadi laga kandang keempat secara beruntun bagi Persik Kediri, dan dalam tiga pertandingan sebelumnya mereka belum tersentuh kekalahan.
Rekor Kandang Jadi Modal Persik
Dalam tiga laga home terakhir, Persik sukses menundukkan Bali United FC dengan skor 3-2 serta mengalahkan Dewa United Banten FC 2-1. Sementara pada pertandingan terakhir, Ezra Walian dan kolega harus puas berbagi angka 1-1 melawan PSIM.
Baca Juga:Modal Kemenangan atas Persebaya Jadi Suntikan Moral, Bhayangkara FC Siap Tantang PersikPersib Bandung Alihkan Latihan ke Malam Hari Selama Ramadan
Catatan tersebut menjadi bekal berharga bagi skuad asuhan Marcos Reina. Dukungan publik Brawijaya juga diyakini akan kembali menjadi suntikan motivasi untuk meraih hasil maksimal.
Namun, Marcos mengingatkan bahwa tren positif di kandang tak boleh membuat timnya lengah.
Bhayangkara FC Tangguh Saat Tandang
Di sisi lain, Bhayangkara FC justru tampil impresif dalam laga tandang pada putaran kedua musim ini. Tim besutan Paul Munster itu mampu menahan imbang Persita 1-1 serta meraih kemenangan 2-1 atas Malut United FC dan Persebaya Surabaya.
Rekor tersebut menunjukkan bahwa Bhayangkara bukan lawan yang mudah ditaklukkan, terutama dalam situasi transisi cepat yang menjadi kekuatan utama mereka.
Antisipasi Kecepatan dan Transisi Cepat
Marcos Reina menilai Bhayangkara FC mengalami peningkatan signifikan setelah kedatangan beberapa pemain asing baru. Ia secara khusus menyoroti peran Moussa Sidibe, Privat Mbarga, Sho Yamamoto, dan Ryo Matsumura yang dinilai memberikan warna berbeda dalam permainan tim lawan.
Menurutnya, Sho Yamamoto memiliki kualitas sebagai gelandang bertahan yang solid, sementara lini serang Bhayangkara dihuni pemain-pemain dengan kecepatan tinggi. Transisi menyerang mereka dinilai sangat berbahaya.
Karena itu, Persik telah menyiapkan pendekatan taktik berbeda dibandingkan tiga laga sebelumnya. Marcos memastikan timnya sudah berlatih skema baru guna meredam agresivitas lawan.
