KBEONLINE.ID KARAWANG – Menjalani puasa Ramadhan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi penderita maag atau asam lambung.
Perubahan jam makan, kondisi perut kosong lebih lama, hingga pola konsumsi saat sahur dan berbuka dapat memicu keluhan seperti perih, mual, hingga nyeri ulu hati.
Meski demikian, penderita maag tetap bisa menjalani puasa dengan aman selama mengetahui kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup yang tepat.
Baca Juga:Lukisan Kuda Api Milik SBY Laku di Angka Fantastis Saat Lelang Imlek Demokrat 2026Doa Makan Sahur dan Berbuka Puasa Ramadhan 2026 Lengkap: Arab, Latin, Artinya, serta Sunnahnya
Hal ini disampaikan oleh Andi Khomeini Takdir Haruni, Dokter Spesialis Penyakit dikutip dari postingan Universitas Indonesia Sabtu, (21/2/2026).
Menurutnya, puasa pada dasarnya bukan berarti tidak makan sama sekali, melainkan mengatur waktu makan.
Dengan persiapan yang baik, risiko maag kambuh selama Ramadhan dapat diminimalkan.
1. Kenali Tingkat Keparahan Maag
Setiap penderita maag memiliki tingkat keparahan gejala yang berbeda. Ada yang cukup mengatur pola makan, namun ada pula yang membutuhkan obat, baik yang dijual bebas maupun dengan resep dokter.
Sebelum memutuskan berpuasa, penting bagi penderita maag untuk memahami kondisi tubuhnya sendiri.
Jika keluhan tergolong ringan, penyesuaian jadwal makan saat sahur dan berbuka biasanya sudah cukup membantu.
2. Hindari Makanan yang Terlalu Ekstrem
Saat berbuka puasa, penderita maag disarankan untuk menghindari makanan yang terlalu:
Asam
Pedas
Asin berlebihan
Terlalu manis
Berlemak tinggi
Konsumsi makanan secara berlebihan juga dapat memicu produksi asam lambung.
Baca Juga:Begini Sejarah Sholat Tarawih, Istilahnya Ternyata Belum Ada di Zaman Nabi Muhammad SAWAnggaran Pendidikan APBN 2026 Capai Rp470,46 Triliun, Program MBG Jadi Penyerap Terbesar
Tubuh memang mampu beradaptasi selama puasa, namun tetap memiliki batas toleransi yang perlu diperhatikan.
3. Atur Pola Makan Sahur dan Berbuka
Agar maag tidak kambuh saat puasa Ramadhan, penderita disarankan:
Sahur dengan makanan yang mudah dicerna
Menghindari minum kopi atau teh kental saat perut kosong
Berbuka secara bertahap, tidak langsung dalam porsi besar
Pola makan yang teratur membantu lambung menyesuaikan diri dengan perubahan jam makan selama bulan puasa.
4. Perhatikan Kesehatan Mental
Tak hanya fisik, faktor psikologis juga berperan penting. Stres dan tekanan mental dapat memicu peningkatan asam lambung.
Dokter menyarankan agar puasa dijalani dengan pikiran positif dan tidak dijadikan sebagai beban.
Sikap tenang dan bahagia justru membantu tubuh beradaptasi lebih baik selama menjalani ibadah puasa.
