4. Kendalikan Nafsu, Nikmati Secukupnya
Setelah tubuh merasa cukup dengan protein dan makanan utama, barulah Anda bisa menikmati makanan favorit seperti gorengan atau camilan manis dalam porsi kecil.
Strategi ini membuat Anda:
Tidak makan berlebihan
Tidak merasa bersalah
Tetap bisa menikmati momen berbuka
Berbuka bukan soal balas dendam karena lapar, melainkan proses mengisi ulang energi dengan cara yang cerdas.
Kenapa Urutan Ini Penting?
Saat berpuasa, kadar insulin menurun dan tubuh menggunakan cadangan energi. Jika tiba-tiba diberikan gula dan lemak tinggi dalam jumlah besar, tubuh akan bereaksi cepat dengan lonjakan gula darah yang drastis. Inilah yang sering membuat tubuh terasa lemas, mengantuk, atau tidak nyaman setelah berbuka.
Baca Juga:Kabar Bola Bagi Pecinta Sepak Bola, Bisa Begadang Nonton Sampai Sahur Live di TV Nasional! Bukan 19 Juta Lapangan Kerja, Tapi 190.000 Lowongan di BPS Menjadi Petugas Sensus Ekonomi 2026
Dengan urutan yang tepat — cairan hangat, gula alami, protein, lalu karbohidrat dan camilan secukupnya — tubuh bisa beradaptasi secara bertahap dan tetap stabil.
Kesimpulannya, berbuka puasa yang baik adalah yang terkontrol dan bertahap. Jangan langsung dahulukan gorengan. Mulailah dengan yang ringan, beri asupan protein terlebih dahulu, dan nikmati makanan favorit secara bijak.
Puasa jadi lebih nyaman, ibadah tetap lancar, dan tubuh pun tetap sehat sepanjang Ramadan.
