KBEONLINE.ID – TEPAT 20 Februari 2026, genap satu tahun duet kepemimpinan Ade Kuswara Kunang dan Asep Surya Atmaja menakhodai Pemerintahan Kabupaten Bekasi. Namun peringatan tahun pertama ini datang dalam situasi tak biasa.
Jika pada 20 Februari 2025 keduanya dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, kini tongkat komando berada di tangan Asep seorang diri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi.
Penunjukan Asep sebagai Plt dilakukan pada 20 Desember 2025 oleh Gubernur Jawa Barat melalui Surat Perintah Nomor 9344/KPG.11.01/PEMOTDA, menyusul penahanan dan penetapan status tersangka terhadap Bupati Bekasi (nonaktif), Ade Kuswara Kunang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca Juga:Satu Tahun Aep–Maslani : Karawang Borong Penghargaan dan Tuntaskan Pembangunan StrategisWaspada Mudik 2026! Banyak Jalan Berlubang di Kabupaten Bekasi Ancam Keselamatan Pemudik
Tahun pertama kepemimpinan Ade Kuswara Kunang-Asep Surya Atmaja di Kabupaten Bekasi dihiasi langkah tegas pemerintah merapikan lingkungan sekitar. Belasan ribu bangunan liar yang menduduki sempadan sungai di belasan titik dibongkar.
Meski mendapat penolakan dari para penghuni, bangunan liar yang telah berdiri bertahun-tahun itu tetap diratakan. Tidak ayal jika akhirnya kepemimpinan kepala daerah dibawah Ade Kuswara Kunang ini pun dijuluki si ‘Raja Bongkar’. Pembongkaran dilakukan lantaran seringnya banjir merendam Bekasi. Salah satu penyebabnya karena aliran sungai yang terhambat bangunan liar.
“Penertiban itu bertujuan untuk kepentingan umum, kepentingan orang banyak, warga Kabupaten Bekasi secara luas. Lalu tentu saja menegakkan peraturan yang berlaku,” kata Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja saat ditemui di kantornya, di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, belum lama ini.
Berdasarkan catatan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bekasi, total bangunan liar yang dibongkar sepanjang 2025 mencapai lebih dari 11.000 unit. Tidak hanya menyasar sempadan sungai, pembongkaran juga menyasar bangli yang mengganggu ketertiban masyarakat hingga warung remang-remang.
Ketegasan ini patut diapresiasi karena digelar tanpa alokasi anggaran khusus melainkan hanya memanfaatkan anggaran operasional rutin. Selain itu, penertiban lingkungan ini pun tidak masuk dalam program unggulan dari pasangan Ade-Asep saat Pilkada 2024 lalu. Kendati begitu, pembongkaran tetap dilakukan hingga menyasar hampir seluruh kecamatan di Bekasi.
Sedangkan program unggulan yang menjadi janji politik Ade-Asep yakni menekan angka pengangguran yang terbilang tinggi. Solusinya yaitu dengan membuka komunikasi langsung dengan banyak perusahaan di seluruh kawasan industri untuk memberi kesempatan kerja khususnya bagi warga lokal.
