KBEONLINE.ID – Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati Maslani, Pemerintah Kabupaten Karawang mencatatkan berbagai capaian strategis di sejumlah sektor pembangunan. Program-program prioritas yang dicanangkan sejak awal masa jabatan kini mulai menunjukkan hasil nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemkab Karawang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut. Capaian ini menjadi bukti konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Sepanjang tahun 2025, Karawang juga sukses meraih 33 penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional. Deretan prestasi tersebut memperlihatkan tren positif bahwa Karawang terus berinovasi dan berprestasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Baca Juga:Waspada Mudik 2026! Banyak Jalan Berlubang di Kabupaten Bekasi Ancam Keselamatan PemudikGara-Gara Perbedaan Pendapat, PT Indonesia Epson Industry Tepis Isu Karyawan Mogok Kerja
Di sektor ketahanan pangan, Kabupaten Karawang mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Bupati Aep menerima kehormatan tertinggi dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas kontribusinya dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Kecamatan Cilebar, Karawang, Rabu (7/1/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Bupati Aep sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Karawang menembus 10 besar daerah penghasil gabah terbanyak secara nasional. Capaian tersebut semakin mengukuhkan Karawang sebagai salah satu lumbung pangan utama Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Aep, sektor pertanian Karawang menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi produktivitas maupun kebijakan yang berpihak kepada petani. Berbagai program strategis digulirkan, mulai dari Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) hingga pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk lahan sawah petani.
Tak hanya di sektor pangan, penguatan ekonomi kerakyatan juga terus didorong. Karawang bahkan mencatatkan Rekor MURI untuk kategori bazar UMKM terlama di Indonesia, sebagai simbol kebangkitan pelaku usaha lokal dan geliat ekonomi daerah.
Sementara itu, di sektor pembangunan fisik, seluruh proyek yang direncanakan pada tahun 2025 dinyatakan rampung. Pemerintah memastikan tidak ada proyek strategis yang mangkrak, sekaligus menjaga kualitas pembangunan agar tepat waktu dan tepat guna.
