Daftar Nomor Baru? Telkomsel Pakai Face Recognition

Daftar Nomor Baru? Telkomsel Pakai Face Recognition
Daftar Nomor Baru? Telkomsel Pakai Face Recognition
0 Komentar

KBEOnline.id – Sekarang, kalau mau registrasi kartu SIM baru, siap-siap buat selfie. Telkomsel menerapkan verifikasi biometrik berbasis face recognition buat aktivasi nomor, mengikuti program SEMANTIK dari Kominfo, sesuai aturan Permen Komdigi Nomor 7 Tahun 2026.

Tujuannya jelas: memastikan identitas pelanggan, sekaligus menekan penipuan digital—entah itu scam, phishing, atau penyalahgunaan nomor anonim. Dengan sistem baru ini, satu nomor benar-benar terikat pada satu orang yang sudah tervalidasi wajahnya. Jadi, nggak ada lagi “nomor siluman.”

Apa yang Berubah Buat Pelanggan?

Untuk WNI, registrasi kartu SIM sekarang wajib pakai:

Baca Juga:Kuota Rollover Bisa Bikin Tarif Internet NaikBukan Murah! RAM China 32GB DDR5 Dibanderol Nyaris Rp9 Juta

NIK

  • Verifikasi wajah lewat selfie

Buat yang usianya di bawah 17 tahun dan belum menikah:

Pakai NIK sendiri

  • Ditambah NIK dan verifikasi wajah kepala keluarga sesuai KK

Beberapa aturan penting lainnya:

  • Kartu perdana sekarang dijual nonaktif
  • Aktivasi baru bisa setelah data valid
  • Maksimal tiga nomor prabayar per NIK di tiap operator (kecuali kebutuhan khusus)

Satu hal yang menarik, pelanggan yang sudah registrasi biometrik bisa cek semua nomor yang terdaftar atas NIK mereka. Kalau nemu nomor asing, bisa langsung minta blokir. Fitur ini bisa jadi senjata kuat buat melawan penyalahgunaan identitas.

Cara Registrasi

Ada dua pilihan:

  • Datang ke GraPARI bawa KTP
  • Registrasi online di tsel.id/registrasibiometrik, isi NIK, lalu selfie buat verifikasi wajah

Selama masa transisi sampai Juni 2026, registrasi masih bisa pakai NIK dan Nomor KK aja. Setelah itu, biometrik jadi syarat wajib. Nomor lama tetap aktif dan nggak kena dampak, kecuali kamu mau upgrade ke sistem baru.

Aman atau Malah Bikin Waswas?

Dari sisi keamanan, Telkomsel bilang data biometrik cuma dipakai buat verifikasi identitas dan dikelola sesuai regulasi perlindungan data pribadi. Katanya, teknologinya juga memenuhi standar keamanan siber.

Tapi ya, di jaman bocornya data sering jadi berita utama, wajar banget kalau masih ada yang ragu. Data wajah itu identitas yang nggak bisa diganti, beda sama password.

Di satu sisi, sistem ini bisa bikin hidup penipu digital makin susah. Tapi di sisi lain, semua bakal balik ke soal transparansi pengelolaan data dan seberapa kuat sistemnya benar-benar diuji di lapangan.

0 Komentar