KBEOnline.id – Isu soal kuota internet yang hangus tiap bulan lagi-lagi bikin panas diskusi soal harga internet murah di Indonesia. Komdigi bilang, dorongan untuk sistem rollover—di mana sisa kuota bulan ini bisa dipakai bulan depan—malah bisa bikin tarif data naik drastis. Di zaman serba online kayak sekarang, keputusan soal ini jelas nggak bisa dianggap remeh.
Menurut laporan Inilah, sistem kuota hangus selama ini justru jadi alasan kenapa harga internet di Indonesia termasuk yang paling murah di dunia. Rata-rata cuma sekitar USD 0,19 per GB. Indonesia bahkan masuk tiga besar negara dengan internet termurah secara global. Data ini sering dipakai buat ngebandingin tingkat keterjangkauan akses digital di tanah air.
Komdigi ngasih catatan, kalau sistem rollover berjalan tanpa batas waktu, operator seluler bakal kena tekanan baru. Kuota yang terus numpuk bikin beban jaringan makin berat, dan operator jadi lebih susah memperkirakan kebutuhan investasi infrastruktur. Mereka harus siap-siap menambah kapasitas, yang otomatis bikin biaya operasional naik juga.
Baca Juga:Bukan Murah! RAM China 32GB DDR5 Dibanderol Nyaris Rp9 JutaMaret 2026, Hulu Dihujani 9 Anime Baru Sekaligus
Ketidakpastian kayak gini bisa bikin operator terpaksa menaikkan tarif buat nutup biaya tambahan. Bukan cuma soal harga, pilihan paket internet murah juga bisa makin sedikit. Paket ekonomis yang selama ini jadi andalan banyak orang bisa-bisa dikurangi demi menjaga keuntungan tetap aman.
Buat Komdigi, aturan masa berlaku kuota sebenarnya strategi ekonomi biar efisiensi jaringan tetap terjaga. Dalam dunia telekomunikasi, pengelolaan trafik memang harus jelas dan terukur supaya kualitas layanan stabil dan investasi infrastruktur tetap jalan terus.
Tapi, permintaan masyarakat soal kuota rollover juga nggak muncul begitu aja. Banyak orang merasa rugi karena sisa kuota yang belum dipakai langsung hangus. Isu ini sering viral dan jadi bahan obrolan panas di medsos.
Sekarang pertanyaannya, pemerintah bakal cari solusi tengah nggak? Opsi kayak rollover terbatas, masa aktif tambahan yang bisa dibeli, atau skema hybrid mungkin bisa dipertimbangkan. Tujuannya jelas: harga internet tetap masuk akal, tapi operator juga nggak keteteran.
