Jangan Salah Pilih Menu Sahur, Ini 6 Jenis Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Puasa

6 Jenis Makanan yang dihindari saat sahur
6 Jenis Makanan yang dihindari saat sahur
0 Komentar

Karena itu, makanan tinggi garam sebaiknya dibatasi saat sahur agar kebutuhan cairan tubuh tetap terjaga sepanjang hari.

Contoh: keripik, kacang asin, ikan asin, mie instan, makanan cepat saji, sosis, nugget, daging olahan.

5. Makanan Terlalu Pedas

Bagi pecinta pedas, sambal kerap menjadi pelengkap wajib saat makan. Namun, makanan yang terlalu pedas dapat merangsang produksi asam lambung berlebih. Saat berpuasa, kondisi ini bisa memicu rasa perih, panas di dada, hingga gangguan pencernaan.

Baca Juga:Kapolda Jabar Rudi Setiawan Tinjau Gerakan Pangan Murah di KarawangSentuhan Kecil yang Bermakna: Rahasia Handuk Hangat di Pesawat yang Berasal dari Tradisi Jepang

Terlebih jika dikonsumsi dalam jumlah besar saat sahur, efeknya bisa bertahan hingga siang hari dan mengganggu aktivitas.

Contoh: ayam geprek level tinggi, seblak pedas, mie pedas ekstrem, sambal dalam jumlah banyak, masakan dengan cabai berlebihan.

6. Karbohidrat Olahan Sederhana

Karbohidrat sederhana mudah dicerna tubuh dan cepat meningkatkan kadar gula darah. Namun, efek kenyangnya tidak bertahan lama sehingga rasa lapar datang lebih cepat.

Berbeda dengan karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat dan memberikan energi lebih stabil, karbohidrat sederhana kurang ideal dijadikan menu utama sahur tanpa tambahan protein dan serat.

Contoh: roti putih, pasta biasa, sereal manis, biskuit, pastry, nasi putih dalam porsi kecil tanpa lauk bergizi seimbang.

Agar puasa tetap lancar, sahur sebaiknya terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan. Pemilihan menu yang tepat membantu menjaga stamina, konsentrasi, serta kenyamanan tubuh selama menjalankan ibadah Ramadan.

0 Komentar