Akibat belum rampungnya jalur alternatif, kendaraan roda empat belum dapat melintas. Hal ini turut berdampak pada distribusi barang, aktivitas kerja warga, hingga layanan pendidikan.
Selain itu, sejumlah program sosial yang berjalan di wilayah tersebut juga ikut terdampak karena keterbatasan akses transportasi. Warga pun berharap persoalan teknis ini dapat segera diselesaikan melalui koordinasi lintas instansi.
Pemerintah desa pun memastikan akan terus berupaya berkomunikasi dengan pihak terkait agar kendala tersebut dapat ditangani secepatnya, sehingga pembangunan jalan alternatif dapat diselesaikan dan dimanfaatkan masyarakat.
