KBEONLINE.ID – Bulan Ramadan kerap identik dengan perubahan pola tidur. Waktu istirahat berkurang karena harus bangun sahur, ditambah aktivitas ibadah malam seperti tarawih. Tak sedikit orang mengeluhkan rasa lemas dan sulit fokus di siang hari akibat kurang tidur.
Namun, sejumlah pakar kesehatan menyebutkan bahwa durasi tidur bukan satu-satunya penentu kebugaran tubuh. Kualitas tidur justru dinilai lebih penting dibanding lamanya waktu beristirahat.
Tidur manusia berlangsung dalam siklus sekitar 90 menit yang terdiri dari fase deep sleep (tidur dalam) dan REM sleep (fase mimpi). Pada fase deep sleep, tubuh melakukan pemulihan fisik dan memperkuat sistem imun. Sementara pada fase REM, otak memproses informasi, memperbaiki fokus, serta menjaga stabilitas emosi.
Baca Juga:Jejak Sejarah Kaastangel: Kue Keju Warisan Belanda yang Jadi Primadona LebaranPembangunan Jalan Alternatif Purwadana Terhambat Kabel Listrik, Warga Ultimatum PLN Karawang: Segera Bereskan!
Artinya, tidur selama 5–6 jam tetap bisa membuat tubuh segar asalkan mengikuti pola siklus yang tepat. Sebaliknya, tidur 8–9 jam namun sering terbangun atau terganggu gadget justru membuat tubuh tidak optimal saat bangun.
Salah satu strategi yang disarankan adalah mengatur waktu tidur dalam kelipatan 90 menit, misalnya 4,5 jam, 6 jam, atau 7,5 jam. Bangun di akhir siklus tidur membantu tubuh terasa lebih ringan dan tidak pusing saat sahur.
Selain itu, konsistensi jam tidur dan bangun juga berperan penting dalam menjaga ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan, membantu tubuh mengatur produksi hormon melatonin secara alami.
Metode sederhana yang bisa diterapkan adalah pola 3-2-1 sebelum tidur. Tiga jam sebelum tidur hindari makanan berat, dua jam sebelum tidur jauhi pekerjaan atau aktivitas pemicu stres, dan satu jam sebelum tidur hentikan penggunaan gawai. Sebagai gantinya, lakukan aktivitas ringan seperti membaca buku, menulis jurnal, atau peregangan ringan.
Kualitas tidur juga dipengaruhi kebiasaan di pagi hari. Paparan sinar matahari selama 10–15 menit setelah bangun dapat membantu menekan hormon melatonin dan meningkatkan hormon serotonin yang membuat tubuh lebih segar. Aktivitas fisik ringan seperti mencuci muka dengan air dingin atau stretching juga membantu meningkatkan energi.
