KBEONLINE.ID KARAWANG – Dinas Sosial Kabupaten Karawang memastikan telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait seorang warga yang diduga mengalami permasalahan sosial Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di titik persimpangan Lampu Merah Johar. Penanganan dilakukan melalui asesmen awal serta koordinasi dengan aparat desa setempat guna memastikan kondisi yang bersangkutan tetap dalam pengawasan.
Pekerja Sosial Ahli Pertama Dinas Sosial Karawang, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa laporan dari warga telah diterima beberapa waktu lalu dan langsung ditindaklanjuti sesuai prosedur. Ia menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam dan segera melakukan pendampingan.
“Kami menerima laporan dari masyarakat dan arahan dari pimpinan. Setelah itu kami lakukan penelusuran, alhamdulillah kondisinya aman dan langsung kami lakukan pembinaan,” ujar Asep saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga:Musdesus Desa Purwadana Tetapkan 72 KPM BLT-DD 2026, Prioritaskan Warga Kurang MampuIni yang Dilakukan Menteri Sosial Saifullah Yusuf Saat Datang ke Cikarang, Ternyata Salurkan Bantuan 700 Juta
Menurutnya, Dinas Sosial juga telah menawarkan program pelatihan kerja yang difasilitasi Dinas Sosial Provinsi sebagai bentuk pemberdayaan bagi yang bersangkutan. Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan keterampilan serta kemandirian ekonomi.
“Kami sudah menawarkan program pelatihan kerja dari Dinas Sosial Provinsi. Namun yang bersangkutan menyampaikan masih ingin mempertimbangkan terlebih dahulu,” katanya.
Asep menambahkan, meski belum ada keputusan dari warga tersebut, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara berkala. Monitoring dilakukan melalui aparatur pemerintah desa dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di wilayah setempat.
“Kami terus memonitor perkembangan melalui aparat desa dan TKSK kewilayahan. Tujuannya agar kondisi yang bersangkutan tetap terpantau dan tidak menimbulkan persoalan sosial baru,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan. Menurutnya, momen bulan suci kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk menarik simpati publik dengan berbagai cara.
“Momentum Ramadan sering dimanfaatkan oleh oknum untuk kepentingan tertentu. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan segera melapor jika menemukan indikasi permasalahan sosial di lingkungannya,” tandas Asep.(Aufa)
