Saifullah Yusuf menegaskan, pemerintah saat ini tengah melakukan transformasi data sosial. Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dikelola oleh dan akan diperkuat melalui jalur formal mulai dari RT/RW, desa, dinas sosial, hingga kementerian.
“Data itu dinamis. Ada yang meninggal, pindah, lahir, berubah kondisi ekonomi. Jangan sampai kita membantu orang yang sudah meninggal atau sudah pindah,” tegasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan data yang ada, sekitar 45 persen penyaluran PKH dan sembako ditengarai kurang tepat sasaran. Untuk itu, Presiden menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 guna mendorong pembenahan data.
Baca Juga:Kontrakan di Cikarang Jadi Gudang Tramadol, Obat Keras Terlarang Perusak Generasi MudaKulit Jerawatan? Coba Acne Spot Treatment B ERL, Kulit Jadi Tenang!
“Kita sedang transisi dan transformasi data. Kami ingin masyarakat memahami proses ini agar ke depan bantuan benar-benar tepat sasaran,” tandasnya. (Iky)
