Ia menambahkan, keterlibatan Kelompok Sadar Kamtibmas (Kopdar), Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), hingga aparat desa sangat penting untuk menciptakan sistem deteksi dini di setiap lingkungan.
“Kami meminta bantuan partisipasi Kopdar Kamtibmas, FKPM, hingga pihak desa untuk sama-sama menjaga lingkungannya masing-masing agar tidak ada warganya yang ikut-ikutan tawuran, perang sarung, dan lain-lain,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sumarni juga berharap peran keluarga menjadi benteng utama pencegahan. Pengawasan orang tua dinilai krusial agar remaja tidak terjerumus dalam aksi anarkis di jalanan.
Baca Juga:Sering Makan Nasi? Ini Kesalahan yang Bisa Berdampak Buruk bagi KesehatanPastikan Stabilitas Ramadan dan Idul Fitri 2026, Bulog Karawang Gandeng Polres Gelar Pangan Murah
“Terutama para orang tua, saya minta untuk melakukan pengawasan yang tepat untuk anak-anak remajanya. Jangan bolehkan mereka keluar malam di atas jam 21.00 WIB. Kalau untuk ibadah ya silakan, tapi dipantau agar mereka kembali ke rumah pada waktunya,” tandasnya. (Iky)
