KBEONLINE.ID KARAWANG — Strategi peluncuran ponsel flagship global mulai bergeser.
Samsung Electronics tak lagi sepenuhnya mengandalkan besarnya pasar dalam memperkenalkan Galaxy S26 Ultra, melainkan menempatkan efek viral dan dominasi pengguna muda sebagai penentu awal distribusi.
Pergeseran pendekatan ini disampaikan langsung oleh TM Roh, Presiden dan Head of Mobile eXperience (MX) Business Samsung, usai acara Galaxy Unpacked 2026.
Baca Juga:Mobil Minibus Lawan Arus Mengamuk di Gunung Sahari, Tabrak Banyak Kendaraan hingga Diamuk MassaTak Hanya Warga Jakarta, Pemprov DKI Izinkan KTP Non-DKI Ikut Mudik Gratis 2026
“Kini momentum penjualan tidak lagi hanya berasal dari angka awal, tetapi dari percakapan digital yang tercipta secara alami. Konsumen muda memainkan peran sangat penting dalam membangun kepercayaan pasar,” ujar Roh, dikutip dari Xinhua, Jumat (27/2/2026).
Samsung menilai media sosial kini berfungsi layaknya mesin awal permintaan pasar.
Pada Galaxy S25 Series, ulasan positif, video singkat, dan diskusi komunitas terbukti mendorong lonjakan minat sejak hari pertama peluncuran.
“Saat respons positif muncul lebih cepat di media sosial, permintaan ikut bergerak lebih agresif. Ini berbeda dengan pola lama yang mengandalkan iklan konvensional,” kata Roh.
Data internal Samsung menunjukkan sekitar 67 persen penjualan Galaxy S25 Series di Asia Tenggara dan Oseania berasal dari varian Ultra.
Fakta ini memperkuat perubahan pendekatan perusahaan terhadap pasar premium.
“Konsumen di kawasan ini semakin berani memilih spesifikasi tertinggi. Mereka melihat Ultra bukan sekadar ponsel, tetapi simbol teknologi dan pengalaman maksimal,” tutur Roh.
Atas dasar tersebut, Samsung menetapkan Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Australia sebagai gelombang pertama peluncuran Galaxy S26 Series.
Indonesia Tetap Dijaga Momentumnya
Baca Juga:Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Masuk Klaster 2, Pendaftaran Dibuka 25 FebruariKecelakaan Mobil Ayla vs Truk di Cikarang Utara, Korban Luka-luka Dievakuasi ke Rumah Sakit
Meski tidak masuk fase awal, Samsung memastikan Indonesia tetap menjadi pasar strategis melalui pembukaan pre-order lebih panjang dan berbagai insentif.
“Kami menyesuaikan pendekatan di setiap negara agar momentum tetap terjaga, termasuk melalui program pre-order dan promosi lokal,” ujar Roh.
Harga Galaxy S26 Ultra di Indonesia dibanderol mulai Rp 24,4 juta hingga hampir Rp 32 juta, tergantung konfigurasi memori.
Samsung menilai strategi berbasis viral dan respons digital menjadi krusial di tengah persaingan ketat pasar flagship global.
“Di era sekarang, opini pengguna bisa menentukan keberhasilan produk sejak hari pertama. Itu sebabnya kami memprioritaskan wilayah dengan ekosistem digital yang kuat,” pungkas Roh.
