KBEonline.id – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) semakin menjamur di Indonesia. Salah satunya adalah bisnis penatu (laundry) yang makin ramai, terutama di area permukiman padat dan sekitar perkantoran.
Namun, tantangannya kini bukan cuma soal hasil cucian. Banyak usaha laundry masih mengandalkan promosi tradisional dan belum membangun “presence” di dunia digital padahal calon pelanggan makin sering mencari layanan terdekat lewat ponsel, membandingkan ulasan, lalu memesan lewat chat.
Akibatnya, bisnis jadi sulit ditemukan, respons lambat, dan operasional keteteran karena transaksi kecil tapi sering, pembayaran bercampur, serta pencatatan yang tidak konsisten.
Baca Juga:Jangan Lagi Terjerumus Kasus Hukum yang Sama, Seleksi Direksi Petrogas Karawang Dikawal JaksaMensos Turun ke Cikarang, Invisible People Disisir, Rp 776 Juta Dibagikan
Di titik inilah digitalisasi jadi pembeda. Bukan berarti harus langsung “serba canggih”, tapi cukup mulai dari hal yang paling sering terjadi di operasional laundry. Kalau kamu juga punya bisnis, berikut lima langkah digitalisasi yang bisa diterapkan agar kerja lebih efisien dan bisnis lebih rapi.
Jangkau Pelanggan via WhatsApp dan Manfaatkan Google Maps
Di bisnis laundry, cara menjangkau pelanggan sama pentingnya dengan hasil cucian.
Agar order tidak hanya mengandalkan orang yang lewat, pemilik usaha bisa membangun kanal digital sederhana. Misalnya, gunakan WhatsApp sebagai “meja depan” untuk menerima pesanan dengan respon cepat.
Manfaatkan juga layanan antar-jemput agar pelanggan yang sibuk tetap bisa dilayani, sambil menggunakan media sosial untuk mengingatkan layanan dan promo secara berkala.
Merapikan Google Maps bahkan bahkan bisa mempermudah penemuan bisnis manakala orang mencari “laundry dekat sini”.
Visibilitas di pencarian lokal ini penting karena banyak calon pelanggan mencari layanan terdekat lewat ponsel.
Di awal usaha, pelanggan Mau Laundry datang dari lingkungan sekitar kios mulai dari tetangga dan warga sekitar.
Baca Juga:Kontrakan di Cikarang Jadi Gudang Tramadol, Obat Keras Terlarang Perusak Generasi MudaKulit Jerawatan? Coba Acne Spot Treatment B ERL, Kulit Jadi Tenang!
Untuk menjangkau pelanggan baru, Muhammad Irfan kemudian memanfaatkan Google Maps dengan aktif memperbarui foto, memastikan informasi usahanya selalu relevan, dan rutin membalas komentar di kolom ulasan.
Dengan begitu, saat orang mencari “laundry dekat sini” atau kata kunci sejenis, Mau Laundry lebih mudah ditemukan.
