Banyak yang Belum Tahu! Ternyata Makanan Populer Indonesia Berasal dari Belanda

Banyak yang Belum Tahu! Ternyata Makanan Populer Indonesia Berasal dari Belanda
Banyak yang Belum Tahu! Ternyata Makanan Populer Indonesia Berasal dari Belanda
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Siapa sangka, sejumlah makanan yang selama ini dianggap asli Indonesia ternyata memiliki jejak sejarah panjang yang terhubung dengan Belanda. Masa kolonial yang berlangsung lebih dari tiga abad bukan hanya meninggalkan pengaruh dalam sistem pemerintahan dan arsitektur, tetapi juga membentuk wajah kuliner Nusantara.

Melalui proses akulturasi, resep-resep Eropa bertransformasi ketika bertemu dengan bahan lokal dan selera masyarakat Indonesia. Perubahan itu tidak sekadar mengganti bahan, tetapi juga menciptakan identitas rasa baru yang kini terasa sangat “Indonesia”. Berikut ulasan lebih lengkapnya:

Perkedel, Adaptasi Kreatif dari Frikadeller

Perkedel yang kini akrab sebagai lauk pendamping nasi ternyata berasal dari hidangan Belanda bernama frikadel atau frikadeller. Di Eropa, makanan ini dibuat dari daging cincang yang dibumbui, lalu dibentuk bulat atau pipih dan digoreng.

Baca Juga:‎Instruksi Kapolres Metro Bekasi: Ojol Diminta Jadi Mata dan Telinga di Jalanan‎Instruksi Kapolres Metro Bekasi: Ojol Diminta Jadi Mata dan Telinga di Jalanan

Namun, ketika resep ini masuk ke Hindia Belanda, kondisi ekonomi dan ketersediaan bahan memengaruhi perubahan komposisi. Daging yang mahal membuat masyarakat lokal menggantinya dengan kentang yang lebih mudah didapat dan lebih terjangkau. Hasilnya adalah perkedel kentang yang lembut di dalam dan renyah di luar.

Menariknya, meski bahan utamanya berubah, teknik pembuatannya tetap mempertahankan ciri khas aslinya, yakni digoreng hingga keemasan. Kini, perkedel bukan hanya pelengkap nasi, tetapi juga hadir dalam berbagai variasi, mulai dari campuran daging hingga jagung, menunjukkan betapa fleksibelnya adaptasi kuliner ini.

Nastar, Perpaduan Tradisi Eropa dan Buah Tropis

Nastar berasal dari istilah Belanda ananas (nanas) dan taart (kue tart). Di Belanda, kue tart biasanya diisi dengan apel, stroberi, atau buah beri lainnya yang tumbuh di wilayah beriklim dingin.

Ketika resep tersebut diperkenalkan di Indonesia, masyarakat menyesuaikannya dengan bahan yang tersedia secara lokal. Nanas yang melimpah di daerah tropis menjadi pilihan utama sebagai isian. Selai nanas yang manis-asam justru memberikan karakter rasa yang lebih kuat dan segar dibandingkan versi aslinya.

Seiring waktu, nastar berkembang menjadi simbol perayaan, khususnya saat Lebaran dan Natal. Tekstur lembut dengan balutan adonan yang lumer di mulut menjadikannya salah satu kue kering paling digemari di Indonesia.

0 Komentar