KBEONLINE.ID – Sahur bukan sekadar “isi perut”, tapi bekal tenaga untuk bertahan hampir 13–14 jam berpuasa. Kunci supaya tidak cepat lapar adalah kombinasi karbohidrat kompleks, protein, serat, lemak sihat, dan air yang cukup. Berikut panduan yang lebih lengkap dan praktikal.
Karbohidrat Kompleks Bantu Energi Tahan Lama
Salah satu kunci agar tidak cepat lapar saat puasa adalah memilih jenis karbohidrat yang tepat ketika sahur. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, roti gandum utuh, kentang rebus, atau ubi jalar dicerna lebih lambat oleh tubuh. Proses pencernaan yang perlahan ini membuat energi dilepaskan secara bertahap sehingga tubuh tidak cepat merasa kosong.
Berbeda dengan nasi putih atau makanan instan yang cepat menaikkan gula darah, karbohidrat kompleks membantu menjaga kadar gula tetap stabil. Saat gula darah stabil, rasa lapar pun datang lebih lambat. Inilah alasan mengapa menu sahur sebaiknya tidak hanya mengandalkan nasi putih dalam jumlah besar.
Baca Juga:Kolaborasi Kampus dan Relawan Percepat Digitalisasi Desa di KarawangRekomendasi Liburan Lebaran Bernuansa Alam : Leuwi Baeud Loji Jadi Pilihan Favorit Keluarga
Selain memberikan energi lebih lama, makanan tinggi serat juga membantu pencernaan tetap lancar selama berpuasa. Perut terasa lebih nyaman dan tidak mudah perih meski harus menahan lapar hingga sore hari.
Protein Jadi Senjata Andalan Tahan Kenyang
Protein memiliki peran penting dalam membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Telur rebus, ayam panggang, ikan kukus, tahu, dan tempe merupakan sumber protein yang praktis dan mudah diolah untuk sahur. Protein membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang tidak cepat hilang.
Jika sahur hanya berisi karbohidrat tanpa tambahan protein, biasanya rasa lapar sudah muncul sebelum waktu Zuhur.
Sebaliknya, kombinasi karbohidrat kompleks dan protein membuat tubuh memiliki cadangan energi yang lebih stabil sepanjang hari.
Tak hanya menjaga kenyang, protein juga membantu mempertahankan massa otot dan menjaga tubuh tetap kuat selama berpuasa. Dengan asupan protein yang cukup, risiko lemas dan mudah mengantuk di siang hari bisa diminimalkan.
