KBEONLINE.ID KARAWANG — Kepindahan Maarten Paes ke Ajax Amsterdam ternyata tidak sepenuhnya digerakkan oleh nama besar Jordi Cruyff.
Di balik transfer sang penjaga gawang Timnas Indonesia itu, ada sosok lain yang justru memegang peran lebih dominan.
Paes resmi bergabung dengan Ajax pada 2 Februari 2026. Ia menandatangani kontrak jangka panjang hingga Juni 2029 dan kembali bermarkas di Belanda, negara tempat ia lahir dan mengawali karier profesionalnya.
Baca Juga:FIFA Bisa Cabut Hak Tuan Rumah Meksiko Buntut Kerusuhan Kartel Jelang Piala Dunia 2026Yehezkiel dan Kuroky Resmi Rampungkan Lineup RRQ Hoshi Jelang MPL ID Season 17
Sebelum merantau ke Amerika Serikat, Paes sempat menimba pengalaman di Eredivisie bersama NEC Nijmegen dan FC Utrecht.
Empat musim terakhir ia habiskan bersama FC Dallas, tempat ia berkembang menjadi kiper utama.
Total 128 penampilan dicatatkannya di semua kompetisi. Statistiknya mungkin tak selalu indah, tapi kematangan Paes terlihat jelas di musim-musim terakhir MLS.
Kesempatan di Ajax pun datang lebih cepat dari dugaan.
Paes langsung dipercaya tampil sebagai starter saat Ajax menjamu NEC Nijmegen di pekan ke-24 Eredivisie 2025/2026 di Johan Cruyff ArenA, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB.
Ia menggantikan Vitezslav Jaros yang harus mengakhiri musim lebih cepat karena cedera.
Laga berakhir imbang 1-1, tapi Paes tampil cukup meyakinkan dengan tujuh penyelamatan dan rating 7,6 versi FotMob.
Di tengah sorotan publik, Paes kemudian mengungkap cerita menarik di balik kepindahannya ke Ajax.
Baca Juga:Kenapa Puasa Ramadhan Umat Islam Berbeda dari Puasanya Orang Yahudi dan Nasrani? Ini PerbedaannyaIndonesia Dapat Dua Slot di Kompetisi Asia 2026/27, AFC Resmi Umumkan
Banyak yang menduga proses transfer ini berjalan mulus karena peran Jordi Cruyff, yang kini menjabat Direktur Teknik Ajax dan dikenal dekat dengan Paes melalui Timnas Indonesia.
Namun, anggapan itu ditepis langsung oleh Paes.
Ia menyebut nama Marijn Beuker sebagai figur kunci dalam negosiasi.
“Sebenarnya, Marijn Beuker yang paling aktif di jendela transfer terakhir. Jadi kontak utama memang dengan dia,” ujar Paes kepada ESPN, dikutip dari Voetbal Primeur, Sabtu (28/2/2026).
“Kami sudah lama punya hubungan yang sangat baik. Saat semuanya sudah hampir beres, barulah Jordi menelepon dan bilang, ‘Mari kita selesaikan detailnya,’” lanjutnya.
Ketertarikan Ajax muncul ketika Paes tengah menjalani pramusim bersama Dallas di Portugal.
Berbeda dengan pendekatan-pendekatan sebelumnya yang tak pernah berlanjut, kali ini tawaran Ajax terasa serius.
