FIFA Bisa Cabut Hak Tuan Rumah Meksiko Buntut Kerusuhan Kartel Jelang Piala Dunia 2026

Kondisi keamanan di Meksiko jadi perhatian FIFA menjelang Piala Dunia 2026
Kondisi keamanan di Meksiko jadi perhatian FIFA menjelang Piala Dunia 2026 setelah pecah kerusuhan kartel Jalisco.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Situasi keamanan di Meksiko kembali menjadi sorotan serius jelang Piala Dunia 2026.

FIFA disebut memiliki kewenangan penuh untuk memindahkan pertandingan dari Meksiko apabila kondisi dinilai tidak aman.

Meksiko sendiri ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada.

Baca Juga:Yehezkiel dan Kuroky Resmi Rampungkan Lineup RRQ Hoshi Jelang MPL ID Season 17Kenapa Puasa Ramadhan Umat Islam Berbeda dari Puasanya Orang Yahudi dan Nasrani? Ini Perbedaannya

Rencananya, laga pembuka di Meksiko akan digelar di Mexico City pada 11 Juni 2026.

Namun, hanya sekitar tiga bulan jelang kick-off, kondisi keamanan di sejumlah wilayah justru memburuk.

Kerusuhan besar pecah setelah tewasnya bos kartel paling diburu di Meksiko, Nemesio Oseguera Cervantes, atau yang dikenal dengan julukan El Mencho.

El Mencho merupakan pimpinan Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG). Ia dilaporkan tewas dalam operasi besar aparat keamanan pada Minggu (22/2/2026).

Operasi tersebut juga menewaskan beberapa anggota kartel dan melukai personel militer Meksiko.

Kematian El Mencho memicu gelombang aksi balasan.

CJNG dilaporkan melakukan pembakaran kendaraan, penyerangan aparat, hingga bentrokan terbuka di berbagai wilayah.

Sedikitnya 25 anggota Garda Nasional Meksiko dilaporkan tewas dalam baku tembak.

Situasi makin kacau setelah 23 narapidana kabur dari penjara Puerto Vallarta usai gerbang penjara diterobos kendaraan kelompok bersenjata.

Baca Juga:Indonesia Dapat Dua Slot di Kompetisi Asia 2026/27, AFC Resmi UmumkanHarga Samsung Galaxy S26 Alami Kenaikan Harga Signifikan, Krisis Chip Jadi Pemicu

Yang jadi perhatian, sejumlah wilayah terdampak merupakan kota yang masuk daftar penyelenggara pertandingan Piala Dunia 2026.

Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyebut kondisi masih terkendali. Namun, FIFA mengakui terus memantau situasi secara intensif.

“Di FIFA Meksiko, kami memantau situasi di Jalisco dengan sangat ketat dan terus berkomunikasi dengan pihak berwenang,” ujar juru bicara FIFA dalam pernyataan resmi, dikutip dari The Athletic, Sabtu (28/2/2026).

“Kami mengikuti arahan lembaga pemerintah terkait keselamatan publik dan pemulihan situasi. Kolaborasi dengan otoritas pusat dan daerah terus berjalan,” lanjut pernyataan tersebut.

Secara aturan, FIFA memang memiliki dasar hukum kuat untuk mengambil langkah ekstrem.

Dalam regulasi Piala Dunia 2026, FIFA berhak membatalkan, menjadwal ulang, atau memindahkan satu atau lebih pertandingan jika terjadi force majeure.

Force majeure mencakup kondisi luar biasa yang berkaitan dengan keamanan, keselamatan, atau stabilitas publik, termasuk kejahatan terorganisir dan konflik bersenjata.

0 Komentar