Awalnya, bakso diadaptasi oleh komunitas Tionghoa peranakan. Seiring waktu, makanan ini diterima luas oleh masyarakat dan mengalami berbagai penyesuaian.
Perubahan paling signifikan terjadi pada bahan utama. Di Tiongkok, bakso umumnya menggunakan daging babi. Namun di Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim, bahan tersebut diganti menjadi daging sapi, ayam, atau ikan agar sesuai dengan prinsip halal. Adaptasi ini membuat bakso semakin mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Berkembang dengan Cita Rasa Lokal
Di Indonesia, bakso tidak hanya sekadar bola daging dalam kuah. Ia berkembang menjadi hidangan lengkap dengan kuah kaldu kaya rempah, mie kuning, bihun, tahu, pangsit, hingga taburan bawang goreng dan seledri.
Baca Juga:Bagikan 1.000 Paket Takjil di Johar, Kadis PUPR Pastikan Perbaikan Infrastruktur Tuntas Sebelum LebaranBanyak yang Belum Tahu! Ternyata Makanan Populer Indonesia Berasal dari Belanda
Setiap daerah bahkan memiliki ciri khas tersendiri. Bakso Solo dikenal dengan kuah bening gurih yang ringan namun kuat rasa kaldunya. Sementara Bakso Malang identik dengan variasi isian yang lebih beragam, seperti siomay goreng dan tahu isi.
Kini, inovasi bakso semakin kreatif, mulai dari bakso beranak, bakso isi keju, hingga bakso ukuran jumbo. Transformasi ini menunjukkan betapa fleksibelnya kuliner tersebut dalam mengikuti selera zaman.
Tetap Dicari Meski Lebaran Penuh Hidangan Daging
Menariknya, meskipun saat Lebaran rumah-rumah dipenuhi makanan berbahan dasar daging seperti rendang dan opor, banyak orang tetap berburu bakso. Ada sensasi berbeda saat menyantap semangkuk bakso panas di luar rumah setelah beberapa hari menyantap menu bersantan.
Bakso seakan menjadi penyeimbang di tengah hidangan berat Lebaran. Kuahnya yang segar dan gurih memberi rasa nyaman tersendiri. Tak heran jika pedagang bakso justru tetap ramai pembeli di momen hari raya.
Dari Negeri Seberang, Kini Jadi Kuliner Nasional
Perjalanan bakso dari Tiongkok hingga menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia adalah bukti kuat akulturasi budaya. Meski memiliki akar sejarah dari China, bakso telah mengalami perubahan besar dalam bahan, rasa, hingga cara penyajian.
Hari ini, bakso bukan lagi sekadar makanan perantau, melainkan bagian dari identitas kuliner Indonesia yang dicintai hampir semua kalangan. Dari anak-anak hingga orang tua, dari hari biasa hingga momen Lebaran, bakso tetap punya tempat istimewa di hati masyarakat.
